Sabtu, September 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Evolusi Kapal Layar Padewakang

redaksi
30 Januari 2020
Kategori : Berita, Eksplorasi, Kajian
0
Evolusi Kapal Layar Padewakang

Evolusi perahu di Sulawesi Selatan. Sumber: Aziz Salam dan Osozawa Katsuya (2008)

PERAHU layar Bugis-Makassar mengalami perkembangan sejak abad ke 16. Transformasi perahu layar ini dimulai dari pangajava atau paqtaripang.

Perahu dengan tipe satu layar ini digunakan sesuai komoditas yang diburu di laut. Selanjutnya, evolusi perahu layar pangajava/paqtaripang berkembang menjadi padewakang (paqdewakang).

Menurut ahli perkapalan Dr Aziz Salam, M.Agr, paqdewakang yang digunakan nelayan Bugis-Makassar hingga ke Australia untuk berburu teripang dan komoditas laut lainnya.

Saat ini, kapal layar tradisional padewakang “Nur Al Marege” mengukir kembali jejak pelaut Bugis-Makassar di Australia. Kapal layar ini telah tiba di Darwin, Australia, Selasa (28/1). Kapal padewakang berangkat dari Makassar 8 Desember 2019.

Menurut Aziz, paqdewakang adalah perahu layar asli Indonesia dari Bugis-Makassar.

Aziz mendalami transformasi perahu dan kapal di Sulawesi Selatan ketika masih kuliah S1 di Fakultas Teknik, Jurusan Perkapalan, Universitas Hasanuddin. Penelitian ini dilanjutkan kembali melalui pendidikan S2 dan S3 di Universitas Ehime, Jepang.

Pada 1900, paqdewakang dengan dua layar mengalami perubahan menjadi palari. Perahu palari memiliki tujuh layar.

Perkembangan kapal dagang di Sulawesi Selatan mengalami evolusi tahap demi tahap. Palari memiliki layar yang sama dengan pinisi, tetapi body berbeda.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: AustraliaDr Aziz SalamEkspedisikapal layarMakassarPadewakangPaqdewakangUniversitas Negeri Gorontalo
Bagikan29Tweet15KirimKirim
Previous Post

Ekspedisi Kapal Padewakang ke Australia Momen Perkuat Potensi Maritim

Next Post

Pemerintah Jangan Abaikan HAM Perikanan

Postingan Terkait

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

5 September 2026
Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

5 September 2026

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

Api Menghanguskan Hutan dan Lahan di Pulau Sumatra, Asap Menyebar Hingga Asia Tenggara

Sensor MODIS NASA Menangkap Kebakaran Lahan Gambut di Indonesia

Next Post
Pemerintah Diminta Atasi Diskriminasi yang Dialami Awak Kapal Perikanan

Pemerintah Jangan Abaikan HAM Perikanan

Komentar tentang post

TERBARU

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Antisipasi Peningkatan Mobilitas Masyarakat Setelah Idul Fitri

Cek Fakta, Anies Baswedan Klaim 15 Juta Orang Jadi Korban Kekerasan Seksual

10 Kapal Ikan Asing Ditenggelamkan di Perairan Batam

Teknologi Asap Cair, Cara Mengawetkan Ikan yang Ramah Lingkungan

Lebih 2000 Penumpang Mudik Gratis Tiba di Tanjung Priok

Banjir di KwaZulu-Natal, 643 Orang Meninggal Dunia dan 72 Hilang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.