Rabu, Desember 17, 2025
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Eksplorasi

Rehabilitasi 6.000 Fragmen Karang di Pulau Samalona

redaksi
11 Juli 2018
Kategori : Eksplorasi
0
Rehabilitasi 6.000 Fragmen Karang di Pulau Samalona

FOTO: DOK. YAYASAN MAKASSAR SKALIA

Makassar – Aktivitas ekologi yang sudah dilakukan melalui rehabilitasi telah mencapai sebanyak 6.000 fragmen karang di Pulau Samalona. Upaya ini dilakukan Yayasan Makassar Skalia (YMS) dalam memberikan edukasi berlayar dengan pinisi dan melakukan rehabilitasi terumbu karang.

Menurut Sapril Akhmady dari YMS, telah terpasang media tumbuh spider sebanyak 500 unit, dengan 6.000 fragmen karang pada di Pulau Samalona.

Setelah pemasangan 500 unit spider structure (struktur rangka laba-laba) dengan 6.000 anakan karang, pemantauan keberhasilan tumbuh dilakukan sebanyak 12 kali. Pembersihan dan perawatan media tumbuh fragmen karang juga dilakukan sebanyak 10 kali.

“Rata-rata tingkat keberhasilan tumbuh fragmen karang berkisar 80 persen per bulan,” kata Sapril.

Pada 2017, kegiatan rehabilitasi terumbu karang telah menyelesaikan lima aktivitas. Kegiatan rehabilitasi terumbu karang dimulai dengan kegiatan pengambilan data awal ekosistem. Kondisi awal dibutuhkan untuk membandingkan kondisi ekosistem sebelum dan setelah rehabilitasi. Sehingga keberhasilan kegiatan rehabilitasi terumbu karang ini terukur.

Namun, terdapat kendala dalam mengupayakan pertumbuhan karang secara maksimal. Kendala ini terdapat pada laju sedimentasi dan material yang melayang di kolom perairan. Sedimen berpotensi menurunkan peluang keberhasilan hidup terumbu karang.

Selain itu, media informasi tentang kawasan rehabilitasi masih minim di pulau berpenduduk yang berada sekitar kawasan Samalona. Perlu pula adanya tambat apung untuk kapal yang beraktivitas sekitar kawasan rehabilitasi, agar tidak membuang jangkar sembarangan.*

Tags: PinisiRehabilitasi Terumbu KarangSamalona
Bagikan5Tweet3KirimKirim
Previous Post

Pinisi di Pantai Losari

Next Post

Pustaka di Kapal Layar Pinisi

Postingan Terkait

Ekspedisi BRIN-OceanX, Mempelajari dan Menghormati Lautan

Ekspedisi BRIN-OceanX, Mempelajari dan Menghormati Lautan

12 September 2025
Inilah Karya Prof Adrian Bernard Lapian tentang Kelautan dan Maritim 1964 – 2009

Belajar Kajian Maritim Dari Adrian Bernard Lapian

25 September 2023

Peneliti Temukan Potensi 16 Spesies Baru di Kalimantan Tengah

200 tahun Alfred Wallace: laboratorium hidup evolusi Wallacea semakin disesaki pembangunan

BRIN Fokus Riset Laut Dalam di Wilayah Timur Indonesia

BRIN dan Chinese Academy of Sciences Kerja Sama Riset Kelautan

15 Spesies Paus Terlihat di Laut Cina Selatan

Ada Fitoplankton yang Berbahaya

Next Post
Pustaka di Kapal Layar Pinisi

Pustaka di Kapal Layar Pinisi

Komentar tentang post

TERBARU

Respons Bencana Nasional, FK UNG Kirim Tim Medis ke Wilayah Terdampak Banjir Aceh

Bibit 93S di Selatan Jawa Berpeluang Sedang Menjadi Siklon Tropis

Analisis BMKG Sulawesi Selatan Berpotensi Cuaca Ekstrem Berupa Curah Hujan Tinggi

Komitmen Transparansi Berbuah Prestasi, UNG Kembali Raih Predikat Informatif 2025

UNG Asah Peran Strategis Kehumasan dan Kemitraan Lewat Workshop Tata Kelola

Konferwil II AMSI Kepri Resmi Digelar, Jailani dan Muhammad Bunga Ashab Terpilih

AmsiNews

REKOMENDASI

IUU Fishing Menyebabkan Kerugian Lebih US$10 Miliar Tiap Tahun

Tradisi Nelayan Kota Gorontalo Berbagi Ikan Hasil Tangkapan

LIPI Riset Cara Mengatasi Limbah Medis Jarum Suntik

Paus Pilot Sebenarnya Anggota Keluarga Lumba-lumba

Paus Kogia Hamil Terdampar di Pandeglang, Banten

Tokyo University Jalin Kerjasama dengan FPIK Unsrat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.