Kamis, September 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Belajar Cara Menabung Lobster

redaksi
19 Desember 2019
Kategori : Kajian
0
Belajar Cara Menabung Lobster

Lobster bambu. FOTO: JABULENGA.DESA.ID

SUNGGUH menggelikan membaca berbagai komentar di media sosial terkait dengan benih lobster. Klaim kebenaran boleh atau tidak ekspor benih lobster ini terus berlanjut hingga pekan ini.

Adalah sangat tidak tepat bila disebut klaim kebenaran melalui media sosial dan media massa terkait benih lobster ini sebagai bentuk edukasi ke masyarakat.

Dalam kasus ini, yang diperlukan adalah memperkuat kajian ilmiah, yang punya otoritas keilmuan, melalui LIPI sebagai otoritas Cites dan peneliti lobster. Ini yang diharapkan dapat meluangkan waktunya berbagai ilmu dalam konteks perikanan berkelanjutan.

Selain itu, belajar dari kearifan lokal. Nelayan dan mereka yang tinggal di pesisir sudah lama menabung lobster, seperti praktik sasi di Maluku dan tempat lainnya di Indonesia.

Untuk menjaga keberlanjutan lobster dan komoditi laut lainnya, nelayan di sejumlah tempat di Maluku sudah memberlakukan larangan tersebut. Salah satunya, di Kepulauan Aru.

Larangan dengan pembatasan pemanfaatan ini dikenal dengan sasi. Sasi lobster misalnya telah diterapkan di Desa Jabulenga dan Lutur.

Untuk perikanan berkelanjutan, masyarakat menerapkan sasi lobster dan komoditi laut lainnya untuk mencegah pengambilan hasil laut dalam masa tertentu.

Untuk kondisi sekarang berapa persen dari penduduk Indonesia yang bergantung kehidupannya hidup dari lobster atau benih lobster, berapa persentase nelayan/nelayan tangkap untuk benih lobster? Seolah-olah dunia perikanan Indonesia akan runtuh hanya soal lobster ini.*

Tags: Benih LobsterLobsterOver Fishingperikanan berkelanjutanSasi
Bagikan5Tweet2KirimKirim
Previous Post

Kondisi Lobster Indonesia Fully-exploited dan Over-exploited

Next Post

Lobster: Antara Kelestarian Sumberdaya dan Keberlanjutan Ekonomi

Postingan Terkait

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

16 September 2026
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

7 September 2026

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

Next Post
Lobster: Antara Kelestarian Sumberdaya dan Keberlanjutan Ekonomi

Lobster: Antara Kelestarian Sumberdaya dan Keberlanjutan Ekonomi

Komentar tentang post

TERBARU

Paus Sperma Betina Panjang Hampir 10 Meter Mati Terdampar di Pulau Ternate

Instruktur Selam Pemanah Penyu di Raja Ampat Ditangkap, SSI Mengecam Perlakuan Buruk Terhadap Biota Laut

Temperatur Magma Anak Krakatau Lebih Dari 900°C

Gunung Anak Krakatau Lahir 1927 Memiliki Kedalaman Dapur Magma Lebih Dari 7 Km

Magma Gunung Anak Krakatau Lebih Basaltik dan Panas

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Badai Tropis Parah Bebinca Mendekati Kepulauan Ryukyu Jepang

Masyarakat Selayar dan Bira Dapat Pelatihan Keselamatan Pelayaran

Bibit 98W di Utara Indonesia Berpeluang Menjadi Siklon Tropis

Politeknik Negeri Manado Gelar Bersih Lingkungan dan Toilet

Wisatawan 28 Negara Datang Melihat Hiu Paus di Botubarani

Kapal 1.500 DWT Bisa Sandar di Pelabuhan Mamuju

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.