Selasa, Maret 17, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Cahaya dan Manfaat Cumi-cumi Untuk Pengobatan

redaksi
14 November 2020
Kategori : Kajian, Kesehatan
0
Cara Cumi-Cumi Mengelabui Musuh

Cumi-cumi. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Cumi-cumi memiliki kemampuan untuk memancarkan cahaya yang disebut bioluminesensi.

Bioluminesensi adalah suatu fenomena pancaran cahaya tanpa mengeluarkan panas melalui proses reaksi kimia pada suatu organ organisme hidup.

Pancaran cahaya tersebut dapat dijumpai pada beberapa kelompok organisme. Seperti pada bakteri, jamur, plankton (algae), insekta (serangga), invertebrata (cumi/cephalopoda) dan vertebrata (ikan)
Peranan pancaran cahaya masing-masing organisme berbeda-beda pula.

Seperti pada hewan cephalopoda, fungsi organ cahaya berfungsi untuk penyamaran dirinya. Sehingga akan membingungkan dan menyilaukan lawannya, serta komunikasi dengan hewan lainnya.

Pengobatan

Pemanfaatan cumi-cumi di Indonesia masih sangat terbatas pada ekspor bahan baku dalam bentuk segar, kering, dan beku.

Namun di negara lain, seperti Jepang, cumi-cumi telah dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan untuk peningkat cita rasa yang berfungsi bagi kesehatan.

Selain itu, cumi-cumi berpotensi sebagai penyusun kulit buatan dalam aplikasi biomedik berupa plastik untuk implan dan karbon fiber karena bersifat kuat dan ringan.

Cumi-cumi mengandung metabolit sekunder yang bermanfaat sebagai bahan baku obat seperti antiinflamasi, antihipertensi, antidiabetes, dan antimikroba.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Cumi-cumiKetahanan PanganP2O LIPI
Bagikan17Tweet8KirimKirim
Previous Post

Pelaut Dapat Melaporkan Kondisi Kesehatan Secara Online

Next Post

Beras Merauke Mulai Diangkut dengan Tol Laut ke Surabaya

Postingan Terkait

Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

10 Maret 2026
Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

3 Maret 2026

Gejala Orang Terinfeksi Virus Nipah

Riset UNG, Ikan Hulu’u Berpotensi untuk Perawatan Luka Diabetes

Saran dan Pesan WHO Saat Menghadapi Penyakit Virus Nipah yang Hingga Kini Belum Ada Obatnya

Otoritas Kesehatan India Laporkan Kasus Infeksi Virus Nipah ke WHO

Belum Ada Obat Atau Vaksin Virus Nipah

Penyakit Zoonotik Virus Nipah Berpotensi Menjadi Wabah

Next Post
Rute Tol Laut Meningkat 3 Kali Lipat

Beras Merauke Mulai Diangkut dengan Tol Laut ke Surabaya

Komentar tentang post

TERBARU

117 Titik Lokasi Pemantauan Hilal di Indonesia, Gorontalo di Pantai Hiu Paus Bone Bolango

Awal Syawal Menunggu Hasil Rukyatul Hilal dan Dibahas Dalam Sidang Isbat

49 Peserta Pendidikan Profesi Ners UNG Peroleh Sertifikat Kementerian Kesehatan

Seperti Apa Daging Tuna Sirip Biru Hasil Tangkapan Nelayan Bongo, Gorontalo

Islam Memberi Perhatian Terhadap Kelestarian Alam

Quraish Shihab Menyoroti Kerusakan Lingkungan

AmsiNews

REKOMENDASI

Sonny Mumbunan: Insentif Kawasan Konservasi Papua Barat dengan Indikator Tutupan Lahan

Petisi Menghentikan Pentas Lumba-lumba Keliling di Indonesia

Dugong Betina Mati Terapung di Kuala Simpur

Anomali Sirekap, KPU Lakukan Perbaikan Data

Gempa Donggala, Tercatat Perubahan Muka Air Laut

Cari Pemancing yang Hilang, Tim SAR Sisir Teluk Jakarta

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.