Senin, Oktober 12, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Cornelis de Houtman Terkapar di Tangan Perempuan Perkasa Laksamana Malahayati

redaksi
24 Februari 2020
Kategori : Kajian
0
Cornelis de Houtman Terkapar di Tangan Perempuan Perkasa Laksamana Malahayati

Laksamana Malahayati, perempuan perkasa dari Aceh yang bertarung dan menewaskan Cornelis de Houtman dalam duel satu lawan satu di atas kapal Belanda, 11 September 1599. (Sumber: Nontji, 2020)

SIAPA yang tak kenal dengan Cornelis de Houtman? Penjelajah Belanda ini tercatat yang pertama menemukan jalan pelayaran ke Nusantara.

Inilah pembuka kolonialisme. Babak awal kedatangan Belanda yang kelak menguasai perdagangan rempah-rempah.

Selanjutnya menanamkan cengkeraman kekuasaannya di negeri kepulauan hingga berabad-abad.

Namun, siapa sangka, de Houtman (1565-1599) ternyata takluk pada seorang perempuan Aceh, Laksamana Malahayati.

Menurut Dr Anugerah Nontji pelayaran de Houtman yang berhasil mencapai Nusantara mungkin lebih merupakan musibah kemanusiaan ketimbang keuntungan ekonomi yang dapat diperolehnya dari pelayaran tersebut.

Setelah menjelajahi Nusantara, de Houtman disambut bagai pahlawan. Prestasinya merupakan kemenangan simbolis, yakni berhasilnya orang Belanda meretas jalan ke Nusantara.

Segera setelah kembali ke negeri Belanda, berbondong-bondonglah saudagar-saudagar Belanda mengirimkan kapal-kapalnya ke Nusantara. Berlomba menuju “Kepulauan Rempah-Rempah” (Maluku).

Mereka mengejar rempah-rempah yang mempunyai nilai ekonomi yang sangat menggiurkan di pasar Eropa di masa itu. Tahun 1598 saja ada 22 kapal milik lima perseroan mengadakan pelayaran ke Nusantara. Meskipun hanya 14 kapal yang bisa kembali.

Ini adalah zamannya pelayaran-pelayaran liar (wilde vaart) yang penuh persaingan ketat tanpa kendali.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: AcehAnugerah NontjiBelanda
Bagikan23Tweet14KirimKirim
Previous Post

Teripang Sebagai Bahan Obat Anti Kanker

Next Post

Setelah Masuk Negara Maju, Ini Tantangan Ekspor Perikanan Indonesia

Postingan Terkait

Ini Rekomendasi Sosiolog Universitas Negeri Gorontalo Untuk Penyelesaian Konflik Pohuwato

Mengapa PKI Tak Laku di Gorontalo?

1 Oktober 2026
Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Menjadi Fasih Itu Bukan Soal Banyaknya Kata yang Dikuasai

16 September 2026

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Next Post
Susi Pudjiastuti: Tidak Dijaga, Kita Akan Kehabisan Ikan

Setelah Masuk Negara Maju, Ini Tantangan Ekspor Perikanan Indonesia

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa Darat Magnitudo 5,7 Guncang Pohuwato

Kamboja Memiliki Risiko Tinggi Mengalami Kekeringan Parah Selama Siklus El Niño

Kekeringan Akibat El Niño Menghantam Kamboja

Inflasi Provinsi Gorontalo September 2026 Naik Menjadi 5,46 Persen

Banjir Merendam Aceh Tenggara, Gayo Lues dan Kota Padang

Topan Koguma Pertahankan Kekuatan di Timur Tenggara Kepulauan Ogasawara Jepang

AmsiNews

REKOMENDASI

Pemkot Semarang Apresiasi Tambak Ramah Lingkungan

UNEP: Inilah Saatnya Bekerja Sama Terhadap Krisis Iklim

Menhub: Pesawat Lion Air Jatuh di Laut Jawa

Indonesia dan Vietnam Bahas Kemitraan Bidang Maritim

Laporan Terbaru Asia Center, Disinformasi Iklim Menyebar Sistematis di Indonesia

Ini Prodi Paling Banyak Peminat di Universitas Negeri Gorontalo

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.