Minggu, September 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Serangan Ubur-Ubur Api Paling Sering di Pesisir Selatan Pulau Jawa

redaksi
28 Agustus 2021
Kategori : Kajian, Kesehatan
0
Physalia physalis, Spesies Ubur-Ubur Paling Berbahaya di Laut

Ubur-ubur api (Physalia physalis) dan ilustrasi struktur keempat zooidnya. (Dunn, Pugh, & Haddock (2005) dan Munro et al. (2019)/FIRDAUS (2020)

Ikan-ikan tersebut mendapat manfaat perlindungan dari serangan predator dengan berada di dekat tentakel ubur-ubur api.

Selain itu, ikan-ikan tersebut diketahui memakan sisa-sisa makanan dan tentakel regeneratif tanpa menyakiti ubur-ubur api. Atas dasar tersebut, para peneliti meyakini adanya simbiosis komensalisme antara ubur-ubur api dan ikan-ikan tersebut.

Sebagai hewan pleustonik, ubur-ubur api dihadapkan pada beberapa kondisi lingkungan yang ekstrem (critical situation) di permukaan laut. Misalnya paparan intens sinar ultra-violet, suhu tinggi, penguapan cairan tubuh (dessication), dan gelombang ombak.

Berada di permukaan air juga membuat ubur-ubur api menjadi target yang mudah dilihat oleh predator. Walau demikian, warna ubur-ubur api yang transparan memberikan keuntungan untuk berkamuflase menyerupai warna air laut.

Sumber: Mochamad Ramdhan Firdaus, Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dengan judul “Aspek Biologi Ubur-ubur Api, Physalia physalis (LINNAEUS, 1758)“. Jurnal Oseana, Volume 45, Nomor 2 Tahun 2020: 50–68.

Halaman 4 dari 4
Sebelumnya1...34
Tags: JellyfishLIPIPantai Selatan JawaSengatan Ubur-uburSumatera BaratUbur-ubur
Bagikan9Tweet6KirimKirim
Previous Post

Memetakan Pusat Ekspor Perikanan di WPP 571

Next Post

Tsunami 2018 Akibat Longsoran Badan Gunung Anak Krakatau

Postingan Terkait

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

Terlalu Banyak Media Pembelajaran, Belum Tentu Lebih Mudah Belajar Bahasa Inggris

7 September 2026
Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

Peneliti UNG Riset Kulit Jeruk Nipis Berpotensi Jadi Terapi Alami

6 September 2026

Aroma Terapi Dari Minyak Atsiri Kulit Jeruk Nipis Dapat Redakan Kecemasan Ibu Hamil

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

Virus Ebola Kian Cepat Menyebar

Ebola Mengganas, Setiap 30 Menit Satu Orang Tewas

Peneliti UNG Temukan Cara Menangkal Nyamuk Malaria Dengan Rambut Jagung dan Daun Pepaya

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

Next Post
Gunung Anak Krakatau

Tsunami 2018 Akibat Longsoran Badan Gunung Anak Krakatau

Komentar tentang post

TERBARU

Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Verifikasi Jeriken dan Pelampung

Pendidikan 171 Juta Siswa di Seluruh Dunia Terganggu Bahaya Iklim

Depresi Tropis Terletak di Dekat Da Nang, Vietnam

Pembakaran Lahan Gambut Saat Kemarau Tindakan Ilegal

Kondisi Kualitas Udara di Sumatera dan Kalimantan Tidak Sehat dan Berbahaya

Titik Panas di Kalimantan Barat Menurun

AmsiNews

REKOMENDASI

IPM Provinsi Gorontalo 2025 Capai 72,62, Seluruh Dimensi Mengalami Peningkatan

Jepang Ujicoba Mobil Terbang

2019, 45 Kapal Ikan Asing Ditangkap KKP, Terbanyak Malaysia dan Vietnam

TNI Angkatan Laut Beri Penghargaan Kepada Pelajar Asal Pulau Harapan

Festival Pertengahan Musim Gugur di Hong Kong, Terbangkan Lampion Denda $2.000

Dampak Kekeringan, Lebih Dari 15 Ribu Warga di Provinsi Gorontalo Sulit Air Bersih

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.