Selasa, Juli 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kesehatan

Ilmuwan Temukan Bau Tubuh Menjadi Pemikat Nyamuk untuk Menggigit

redaksi
19 Oktober 2022
Kategori : Kesehatan
0
Hati-hati Penyakit Demam Berdarah Dengue Saat Pandemi Covid-19

Gigitan nyamuk. FOTO: KEMKES.GO.ID

Darilaut – Sejumlah ilmuwan menemukan bau tubuh menjadi pemikat bagi nyamuk untuk datang dan menggigit.

Orang yang paling menarik bagi nyamuk menghasilkan banyak bahan kimia tertentu pada kulit mereka yang terikat dengan bau. Kabar buruk dari hasil penelitian ini, nyamuk tetap setia pada favorit bau tubuh tersebut dari waktu ke waktu.

Studi terbaru tersebut menemukan bahwa beberapa orang benar-benar menjadi “magnet nyamuk”.

Mengutip Kantor berita Associated Press (AP) penulis studi Leslie Vosshall, seorang ahli saraf di Rockefeller University di New York, mengatakan jika Anda memiliki kadar tinggi zat ini pada kulit Anda, Anda akan menjadi orang yang akan mendapatkan semua gigitan.

Ada banyak cerita rakyat tentang siapa yang lebih sering digigit, tetapi banyak klaim yang tidak didukung dengan bukti kuat, kata Vosshall.

Untuk menguji daya magnet nyamuk, para peneliti merancang eksperimen yang mengadu bau orang satu sama lain, kata penulis studi Maria Elena De Obaldia. Temuan ini diterbitkan Selasa pekan ini di jurnal Cell.

Peneliti meminta 64 sukarelawan dari universitas dan sekitarnya untuk memakai stoking nilon di sekitar lengan bawah mereka untuk mendeteksi bau kulit.

Stoking dimasukkan ke dalam perangkap terpisah di ujung tabung panjang, kemudian puluhan nyamuk dilepaskan.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Demam Berdarah DengueNyamuk
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

La Nina Bertahan 3 Tahun Dapat Menjadi Ancaman di Berbagai Negara

Next Post

Depresi Tropis Terbentuk di Laut Filipina

Postingan Terkait

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

Menghadapi Suhu Sangat Panas, WHO Keluarkan Panduan Baru

20 Juli 2026
Malam Tropis di Eropa

Eropa Paling Cepat Memanas, 10 Ribu Tewas Musim Ini

20 Juli 2026

Peneliti UNG dan Vrije Universiteit Amsterdam Menyoroti Krisis Penggunaan Merkuri

Wabah Ebola Spesies Bundibugyo Menyebar Cepat, 19 Pasien Sembuh

Sudah 17 Kali Kongo Menghadapi Virus Ebola

WHO Menyerukan Gencatan Senjata di Tengah Wabah Ebola di Kongo

Wabah Ebola Terus Menyebar, PBB Mendesak Maskapai Penerbangan Patuhi Keselamatan

Penyakit Diabetes Mengancam Usia Remaja

Next Post
Depresi Tropis Terbentuk di Laut Filipina

Depresi Tropis Terbentuk di Laut Filipina

Komentar tentang post

TERBARU

Habitat Ikan Purba Raja Laut Coelacanth di Pulau Talise Akan Diusulkan Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Riset Terbaru Temuan 18 Individu Ikan Purba Raja Laut Coelacanth di Pulau Talise Sulawesi Utara

UNG Siapkan Program Studi Menuju Akreditasi Unggul dan Internasional melalui Kurikulum OBE

Topan Noul Melemah Menjadi Depresi Tropis di Pedalaman Cina

Musibah Kecelakaan Laut di Teluk Tomini, Gubernur Gorontalo Minta Basarnas Cari Nakhoda yang Hilang

Kapal Cepat yang Ditumpangi 11 Wisatawan Eropa Masuk Air, Patah, Miring dan Tenggelam di Teluk Tomini

AmsiNews

REKOMENDASI

Jepang Membunuh 50 Paus Minke di Kawasan Perlindungan Laut Antartika

Memantau Gunung Api dengan Citra Satelit

Penyakit Covid-19 Meningkat di Cina dan Jepang

Banjir dan Longsor Melanda Minahasa Tenggara dan Cianjur

4 Bibit Siklon Tropis di Dekat Wilayah Indonesia

Irukandji, Ubur-ubur Penyengat di Pulau Fraser Australia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.