Darilaut – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali meminta agar Cina lebih terbuka tentang kematian akibat Covid-19 dan data lainnya. Menurut WHO Cina belum melaporkan varian baru virus corona.
WHO mengatakan pada hari Rabu bahwa para ahli dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Cina mempresentasikan data berdasarkan lebih dari 2.000 genom yang dikumpulkan di Cina sejak 1 Desember.
Mengutip Nippon Hoso Kyokai (NHK) analisis Cina menunjukkan dominasi subvarian Omicron sudah beredar di negara lain, seperti BA.5.2 dan BF.7. Cina mengatakan tidak ada strain baru yang dikonfirmasi.
Direktur kedaruratan WHO Dr. Mike Ryan mengatakan badan kesehatan PBB percaya definisi Cina tentang kematian akibat Covid-19 terlalu sempit.
“Kurang menggambarkan dampak sebenarnya dari penyakit ini dalam hal penerimaan rumah sakit, penerimaan ICU, dan khususnya dalam hal kematian,” katanya.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan badan tersebut prihatin dengan risiko terhadap kehidupan di Cina dan akan terus meminta Beijing untuk data yang lebih cepat, teratur, dan dapat diandalkan.
Risiko Covid-19
Mengutip Kantor Berita Associated Press (AP) Cina berusaha untuk meminimalkan kemungkinan wabah besar baru Covid-19 selama kesibukan perjalanan Tahun Baru Imlek bulan ini, setelah berakhirnya sebagian besar tindakan pengendalian pandemi.





Komentar tentang post