Menurut Ruslandi , Wehea-Kelay dengan area seluas sekitar 0,5 juta hekltar, 80 persen di antaranya merupakan kawasan hutan. Di sinilah hidup sekitar 1.200 ekor orang utan Kalimantan, serta 1.390 spesies flora dan fauna lainnya.
Kekayaan hayati ini memiliki nilai bioprospeksi yang amat penting bagi masa depan. Namun, di sisi lain banyak spesies yang keberadaannya terancam kepunahan, kata Ruslandi, pada Jamming Session seri ke-16, Senin (30/10).
Kasubdit Pengawetan Spesies dan Genetik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badiah, menjelaskan terdapat empat goals hingga 2050 berdasarkan kesepakatan Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KM-GBF).
Pertama, ecosystem, species, and genetic diversity. Kedua, nature’s contributions to people. Ketiga, benefit sharing, dan keempat, means and implementation.
Selain target global, kata Badiah, target pengelolaan keanekaragaman hayati nasional yang tercantum dalam delapan Agenda Pembangunan RPJPN 2025-2045. Salah satu agendanya menyatakan tentang ketahanan sosial, budaya, dan ekologi.




