Rabu, Oktober 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

Ada 4 Jenis Babirusa, 1 Telah Punah

redaksi
29 Juni 2021
Kategori : Konservasi
0
Ada 4 Jenis Babirusa, 1 Telah Punah

Kawanan Babirusa (Babyrousa celebensis) mengunjungi tempat berasa garam untuk mendapatkan mineral dalam membantu pencernaannya di kawasan Suaka Margasatwa Nantu, Gorontalo. FOTO: VERRIANTO MADJOWA/DARILAUT.ID

Darilaut – Secara alami, babirusa adalah hewan endemik Sulawesi dan beberapa pulau kecil di Kepulauan Togian, Kepulauan Sula dan Pulau Buru. Terdapat 4 jenis babirusa dan 1 spesies telah dinyatakan punah.

Menurut dosen di Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan IPB Univeristy Dr Abdul Haris Mustari, pada awalnya secara taksonomi hanya dikenal satu spesies babirusa, dengan nama ilmiah Babyrousa babyrussa.

Babirusa ini terdiri dari tiga sub spesies yaitu Babyrousa babyrussa celebensis di Sulawesi daratan, Babyrousa babyrussa togeanensis di Kepulauan Togean dan Babyrousa babyrussa babyrussa di Pulau Buru dan Kepulaun Sula.

Terdapat pula sub spesies babirusa yang sudah punah, yang hanya ditemukan dalam bentuk fosil yaitu Babyrousa babyrussa bolabatuensis. Babirusa ini fosilnya ditemukan di situs Bolabatue, Sulawesi Selatan. Karena itu, nama spesiesnya bolabatuensis.

Dalam buku “Manual Identifikasi dan Bio-Ekologi Spesies Kunci di Sulawesi” yang ditulis Mustari (2020) diterbitkan IPB Press, terdapat perbedaan morfologi pada sub spesies babirusa tersebut. Groves dan Meijaard (2002) menyatakan keempat sub spesies tersebut adalah spesies yang berbeda.

Kemudian diusulkan menjadi Babyrousa celebensis, B. togeanensis, B. babyrussa, dan B. bolabatuensis.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: BabirusagorontaloIPB UniversitySuaka Margasatwa NantuTogean
Bagikan8Tweet5KirimKirim
Previous Post

Ini Keunikan Babirusa

Next Post

Solusi Limbah Masker

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
Limbah Infeksius Covid-19

Solusi Limbah Masker

Komentar tentang post

TERBARU

Api di Lahan Gambut Bisa Padam Apabila Terendam Air

Masalah Kebakaran Lahan Gambut Soal Hidrologi, Api Dampak Lanjutan

Mahasiswa KKN UNG Perkenalkan Teknologi Pirolisis untuk Olah Sampah Plastik

Tiga Topan di Samudra Pasifik Barat

Atmosfer Kering, El Niño Sangat Kuat dan IOD Positif Kurangi Pasokan Uap Air

Kondisi Kering Mendominasi Wilayah Indonesia di Awal Oktober

AmsiNews

REKOMENDASI

89 Ribu Pekerja Migran Indonesia Sudah Kembali

Gempa Palu M6,7 Akibat Aktivitas Sesar Aktif

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

Sistem Bagi Hasil di Kapal Perikanan Rugikan Nelayan

Ada Kawasan Konservasi di Teluk Gorontalo untuk Melindungi Hiu Paus dan Salvador Dali

Jepang Membunuh 50 Paus Minke di Kawasan Perlindungan Laut Antartika

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.