Selasa, November 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Tips & Trip Biota Eksotis

Ikan Napoleon, Makanan Mewah dan Mahal di Hong Kong

redaksi
16 Februari 2022
Kategori : Biota Eksotis, Bisnis dan Investasi, Konservasi
0
Ikan Napoleon

Ikan napoleon (Cheilinus undulatus) dewasa. FOTO: KKP

Ikan Napoleon diperdagangkan secara hidup (live reef fish trade), dengan tujuan utama ekspor ke negara Hong Kong. Harga ikan Napoleon di tingkat nelayan mencapai Rp. 1.000.000 – 1.500.000/ekor untuk ukuran super dengan berat satu kilogram per ekor (Firdaus & Hafsaridewi, 2012).

Harga tersebut menjadi berlipat ganda di tingkat restoran Hong Kong dan China. Ikan Napoleon merupakan ikan mahal karena dianggap sebagai makanan mewah yang dapat menaikkan gengsi konsumennya. Hal ini disebabkan ikan Napoleon merupakan makanan raja-raja zaman dahulu (Suharti, 2009).

Perdagangan ikan Napoleon di Indonesia dilakukan secara terbatas melalui sistem kuota, karena ikan ini masuk dalam daftar Apendiks II CITES sehingga segala bentuk perdagangan ekspor harus memenuhi ketentuan-ketentuan CITES (CITES, 2004).

Pada tahun 2017, LIPI sebagai Scientific Authority (SA) memberikan rekomendasi kuota ekspor ikan Napoleon sebanyak 40.000 ekor dengan ukuran lebih dari 1 kg hingga 3 kg per ekor, dengan pembagian masing-masing untuk Natuna sejumlah 30.000 ekor dan Kepulauan Anambas 10.000 ekor.

Rekomendasi tersebut disahkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan selaku Management Authority (MA) berupa Surat Keputusan Direktur Jenderal Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem Nomor: SK. 181/KSDAE/SET/ KSA.2/4/2017 tentang Kuota Penangkapan Jenis ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) hasil ranching di Kabupaten Natuna dan Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau periode tahun 2017.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Cheilinus undulatusChinaHongkongIkan NapoleonKepulauan RiauNapoleon Wrasse
Bagikan30Tweet19KirimKirim
Previous Post

Tidak Ada Manfaat Ekonomi Bagi Negara untuk Perburuan Paus

Next Post

BKIPM Musnahkan Produk Perikanan yang Mengandung Bakteri Escherichia coli

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
BKIPM Musnahkan Produk Perikanan yang Mengandung Bakteri Escherichia coli

BKIPM Musnahkan Produk Perikanan yang Mengandung Bakteri Escherichia coli

Komentar tentang post

TERBARU

Kearifan Lokal Smong Masuk Kurikulum Sekolah di Simeulue

Tsunami Bencana Paling Mematikan

Kekuatan Kearifan Lokal Smong dari Pulau Simeulue Aceh, Menyelamatkan Nyawa untuk Mitigasi Bencana Tsunami

Hari Kesadaran Tsunami Sedunia: Kisah Tentang Smong dari Pulau Simeulue Aceh

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AmsiNews

REKOMENDASI

El Nino dan Musim Kemarau Dua Fenomena Berbeda

Kasal Pimpin Peringatan HUT ke-75 TNI Angkatan Laut

Agustus, Terjadi 804 Gempa di Indonesia

Histori Pendidikan Pelayaran di Indonesia

47 TKI Dari Malaysia Masuk Lewat Jalur Ilegal

Hari Ini Topan Mawar Mendarat di Guam

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.