Senin, Oktober 12, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Tips & Trip Biota Eksotis

Upaya Konservasi Hiu Buaya

redaksi
16 Juni 2020
Kategori : Biota Eksotis, Konservasi
0
Hiu Buaya, Spesies yang Jarang Diteliti di Indonesia

Hiu buaya, Pseudocarcharias kamoharai. FOTO: Jailza Tavares de Oliveira Silva Via Fishbase.se

Darilaut – Populasi hiu buaya terus berkurang di lautan. Aktivitas perikanan berbasis rawai tuna turut mempercepat hilangnya populasi ikan ini.

Di wilayah Indonesia, dilaporkan bahwa hiu buaya hanya ditemukan di Samudra Hindia barat Sumatera hingga selatan Jawa dan Nusa Tenggara.

Belum ada publikasi terkait tertangkapnya hiu buaya di Samudra Pasifik di wilayah Indonesia.
Ikan ini hasil tangkap non target yang kemudian dibuang kembali ke laut. Hiu buaya yang dibuang sudah dalam keadaan mati atau terluka. Sehingga sulit bagi ikan tersebut untuk bertahan hidup.

Spesies ini memiliki periode tertentu dalam masa kehamilan. Tidak berlangsung setiap tahun.
Hal ini menjadi perhatian serius karena tingginya hiu buaya dewasa yang tertangkap secara tidak sengaja dalam perikanan rawai tuna pelagis.

Saat hamil, hiu betina umumnya mengandung empat ekor anak. Setelah melahirkan, ada jeda yang cukup panjang untuk mengumpulkan tenaga guna melangsungkan siklus reproduksi selanjutnya.

Hiu buaya tercatat sebagai spesies yang hampir terancam punah (near threatened) di alam, menurut IUCN, pada 2005.

Sebagai ikan pelagis, jalur ruaya hiu buaya melintasi batas-batas negara sehingga pengelolaannya tidak dapat hanya dilakukan oleh satu negara. Melainkan bersama-sama dalam satu regional.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: HiuHiu BuayaKonservasiSamudera HIndia
Bagikan3Tweet2KirimKirim
Previous Post

Hiu Buaya, Spesies yang Jarang Diteliti di Indonesia

Next Post

Kamera Jebakan untuk Memantau Maleo di Tangkoko

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
Kamera Jebakan untuk Memantau Maleo di Tangkoko

Kamera Jebakan untuk Memantau Maleo di Tangkoko

Komentar tentang post

TERBARU

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Terasa Melelahkan?

Gempa Darat Pohuwato M 5,7 Mekanisme Pergerakan Naik

Gempa Darat Pohuwato M 5,7 Dirasakan III-IV MMI di Buol dan Tolitoli

Gempa Darat Magnitudo 5,7 Guncang Pohuwato

Kamboja Memiliki Risiko Tinggi Mengalami Kekeringan Parah Selama Siklus El Niño

Kekeringan Akibat El Niño Menghantam Kamboja

AmsiNews

REKOMENDASI

Lokasi Pendaratan Pesawat Sam Air di Bandara Panua Pohuwato Baru Beroperasi 6 Bulan

Gerhana Matahari, Kemenag Ajak Umat Salat Kusuf

Kemdiktisaintek Luncurkan Prodi Pendidikan Dokter Spesialis di Gorontalo

Mantra Menyelam di Barrier Reef Piramida Botutonuo Gorontalo

FPIK IPB Menggelar Konferensi Internasional Ilmu dan Teknologi Kelautan

Silvofishery, Model Budidaya Ikan Berkelanjutan yang Menggabungkan Konservasi dan Ekonomi Masyarakat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.