2018, Dua Ekor Paus Terdampar di NTT

Paus sperma di pantai Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Paus ini terdampar di Teluk Tomini, pada 8 Januari 2018. FOTO: ABDULLAH BIA

Kupang – Sepanjang tahun 2018 ini, dua ekor paus tercatat terdampar di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Paus kepala melon (Melon-headed whales) terdampar pada Sabtu (12/5) dan paus sperma (Sperm whale) terdampar hari ini, Rabu (4/7).

“Sampai dengan bulan Juli 2018, ada dua ekor yang terdampar di NTT,” kata Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN), Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ikram Sangadji, Rabu (4/7).

Paus sperma (Physeter microcephalus) yang terdampar hari ini, sudah menjadi bangkai. Paus ini ditemukan di pinggir pantai Desa Halapaji, Kecamatan Liae, Kabupaten Sabu Raijua, NTT.

Paus sperma yang ditemukan ini sudah terpisah dari rombongannya dan terbawa arus. “Indikasinya sakit sehingga terjadi disorientasi,” ujar Ikram.

Paus ini kemudian terbawa arus dan gelombang ke arah pantai. Ditemukan luka di beberapa bagian tubuh paus sperma dengan panjang 9 meter lebih itu. “Terdapat luka lecet pada bagian tubuh karena kena karang,” katanya.

Sementara itu, pada Sabtu (12/5) seekor paus kepala melon (Peponocephala electra) yang terdampar pada Sabtu (12/5) di pantai Oesapa, Kupang. Paus melon ini masih dalam kondisi hidup.

Terdapat luka di beberapa bagian tubuh. Paus ini kemudian dilepas kembali ke laut oleh petugas BKKPN bersama warga.

Ikram mengatakan, sesuai hasil survei, pemunculan mamalia di Laut Sawu pada bulan Mei setiap tahunnya. Di bulan itu, terjadi distribusi paus dari perairan Kupang bergerak ke arah Sabu. “Kejadian tadi (Rabu, 4/7) membuktikan bahwa pergerakan tahunan tidak pernah berubah koridornya,” kata Ikram.*

 

Exit mobile version