Hiu Paus Melahirkan, Tapi Tidak Menyusui Anaknya

FOTO: DARILAUT.ID

IKAN hiu paus berkembang biak dengan cara melahirkan. Telur disimpan didalam rahim, kemudian induk melahirkan ratusan anak-anak hiu paus.

Tetapi, hiu paus ini tidak menyusui anaknya. Setelah lahir, anak-anak hiu paus sudah hidup bebas. Ketika didalam rahim, makanan bukan langsung dari induk, melainkan dari cadangan yang ada dalam telur.

Ini yang disebut ovovivipar. Induk tidak menyusui dan mengasuh anaknya. Selain hiu paus, hewan laut ovovivipar lainnya seperti Hiu, Pari dan Kuda Laut.

Ini pula sebagai pembeda hiu paus dengan paus dan lumba-lumba. Hiu paus Ordo Orectolobiformes, sedangkan paus lainnya dan lumba-lumba masuk Ordo Cetacea.

Ordo cetacea termasuk dalam kelas mamalia laut yang melahirkan dan mengasuh anaknya.

Asal mula hiu paus dikenal sebagai ikan yang ovovivivar hasil penelitian di Taiwan. Ketika itu, di tahun 1990-an, hiu paus kerap ditangkap untuk keperluan komersial.

Pada 15 Juli 1995, tertangkap hiu paus betina di pantai timur Taiwan. Hiu paus ini ditangkap oleh Tsai-Tsu Chang.

Ternyata hiu paus yang memiliki panjang 10,6 meter itu ada 300 embrio didalam rahimnya dan terdapat kantung telur yang siap dilahirkan. Bangkai hiu paus ini kemudian diteliti oleh Joung, SJ, CT Chen, E Clark, S Uchida dan W YP Huang.

Hasil studi ini dipublikasi dan terbit tahun 1996 di jurnal Environmental Biology of Fishes, dengan judul “The Whale Shark, Rhincodon typus, is a livebearer: 300 embryo found in one ‘megamamma’ supreme.” Hasil penelitian ini yang pertama menyimpulkan hiu paus itu bersifat ovovivivar.

Para ahli menduga hiu paus mencapai kedewasaan untuk jenis kelamin jantan di usia 30 tahun. Usia maksimal hiu paus diperkirakan sampai 100 tahun.

Ukuran matang seksual hiu paus jantan berkisar antara 8 sampai 9 meter, sementara hiu paus betina diduga mencapai dewasa pada ukuran panjang total 10 meter. Anakan hiu paus yang siap dilahirkan rata-rata berukuran setengah meter (50 cm).*

Exit mobile version