Rabu, Oktober 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Orca

Mengapa Ratusan Paus Seperti Bunuh Diri Massal?

redaksi
28 November 2018
Kategori : Orca
0
Paus mati terdampar

NEWS.COM.AU

MAMALIA LAUT spesies paus pilot, paus sperma dan paus pembunuh pygmy ditemukan terdampar di pantai Selandia Baru dan Australia, pekan ini.

Terdamparnya paus dalam jumlah banyak di pantai merupakan fenomena yang tidak jelas. Paus pilot secara historis sebagai spesies yang paling umum ditemukan.

Tercatat, pada 1918 sedikitnya 1000 paus pilot terdampar di Kepulauan Chatham, 800 kilo meter di pulau bagian selatan Selandia Baru.

Menurut Departemen Konservasi Selandia Baru (DOC, Department of Conservation), terdamparnya paus ini karena ekolokasi mereka – cara mereka berkomunikasi – tidak efektif karena terganggu sonar buatan manusia. Hal ini mempengaruhi kemampuan paus untuk menemukan jalan kembali ke laut.

Paus termasuk hewan yang sosial, melakukan migrasi dalam polong. Yang bisa dialami dengan kematian massal ini, karena cidera, polusi air, kesalahan navigasi dan perubahan cuaca.

Paus pilot
FOTO: DOC NEW ZEALAND

Biasanya, paus yang terdampar hanya individu. Belum jelas mengapa paus pilot terdampar dalam jumlah masal. Setiap tahun, rata-rata 85 insiden paus terdampar individu di Selandia Baru.

Faktor-faktor yang menyebabkan terdamparnya mamalia laut ini, seperti penyakit, kesalahan navigasi, fitur geografis, ombak, dikejar-kejar predator dan cuaca ekstrim. Lebih dari satu faktor dapat berkontribusi pada terdamparnya paus.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: AustraliaKematian massal pausPaus pilotSelandia Baru
Bagikan10Tweet6KirimKirim
Previous Post

Kematian Massal Ratusan Paus di Selandia Baru dan Australia

Next Post

Ekspedisi Pinisi Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Pesisir di Donggala

Postingan Terkait

Lumba-Lumba Hidung Botol Panjang 2,2 Meter Ditemukan Kondisi Kode 3 di Kutai Kartanegara

Lumba-Lumba Hidung Botol Panjang 2,2 Meter Ditemukan Kondisi Kode 3 di Kutai Kartanegara

29 Juli 2026
Favorit Pengamat Paus Megaptera novaeangliae Ditemukan Terdampar di Pantai Jembrana Bali

Favorit Pengamat Paus Megaptera novaeangliae Ditemukan Terdampar di Pantai Jembrana Bali

17 Juli 2026

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Next Post
Ekspedisi pinisi

Ekspedisi Pinisi Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Pesisir di Donggala

Komentar tentang post

TERBARU

Karakteristik Gelombang Laut dan Keunikannya

Gelombang Kelvin di Pasifik Khatulistiwa Bagai Detak Jantung El Niño

Copernicus Atmosphere Tampilkan Sebaran Asap Dalam Jumlah Besar Menutup Kepulauan Indonesia

Memadukan Kearifan Lokal dan Pemanfaatan Sampah Plastik Mahasiswa UNG Lolos Pimnas ke-39

Syarafudin Pattisahusiwa dan Sehan Rumra Pimpin AMSI Maluku 2026 – 2030

Cuaca dan Iklim Ekstrem Muncul Dalam Berita Setiap Hari, Istilah El Niño Jadi Percakapan

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Shanshan Mendarat di Prefektur Kagoshima Jepang

Pendeteksi Signal Distress Digunakan untuk Cari MV Nur Allya di Maluku Utara

Belajar Dari Koorders

Logam Tanah Jarang Dibutuhkan untuk Pembangunan Industri Energi

Bupati Natuna: Masuknya Nelayan China Gangguan Terhadap Kedaulatan Indonesia

Ekosistem Laut Saling Terhubung

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.