Jumat, September 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Orca

Populasi Paus Pembunuh Palsu Menurun

redaksi
16 Juni 2022
Kategori : Orca
0
Populasi Paus Pembunuh Palsu Menurun

Paus pembunuh palsu (false killer whale). FOTO: NOAA Fisheries/Charlotte Boyd

Darilaut – Sejak 1980-an populasi paus pembunuh menurun. Berkurangnya spesies ini di lautan karena aktivitas perikanan yang tidak ramah lingkungan.

Terlepas dari namanya, sebenarnya paus pembunuh palsu (false killer whale) adalah lumba-lumba.

Hewan ini ditemukan di lautan tropis dan subtropis di seluruh dunia. Spesies ini dikenal ramah.

Paus pembunuh palsu memiliki ikatan sosial yang kuat dan membentuk kelompok untuk berburu dan berbagi makanan bersama.

Seperti semua mamalia laut, paus pembunuh palsu dilindungi di bawah Undang-Undang Perlindungan Mamalia Laut (Marine Mammal Protection Act).

Kelompok populasi tertentu dari paus pembunuh palsu, yang dikenal sebagai paus pembunuh palsu Kepulauan Hawaii, juga dilindungi di bawah Undang-Undang Spesies Terancam Punah.

Hasil survei di perairan tersebut populasinya telah menurun secara dramatis sejak akhir 1980-an dan diperkirakan yang tersisa kurang dari 200 individu.

Interaksi dengan perikanan rawai telah berkontribusi terhadap penurunan ini.

Paus pembunuh palsu diketahui memangsa ikan dan umpan yang ada pada tali pancing, yang dapat menyebabkan kait atau belitan yang tidak disengaja.

Untuk mengurangi risiko menurunnya populasi paus pembunuh palsu, NOAA Fisheries menetapkan area penutupan perikanan rawai.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: False Killer WhaleNOAA Fisheriespaus pembunuh palsu
Bagikan5Tweet2KirimKirim
Previous Post

Ilmuwan Berhasil Membuat Peta Bulan yang Lebih Detail

Next Post

Abrasi Pantai di Minahasa Selatan Merusak Puluhan Rumah dan Satu Jembatan

Postingan Terkait

Lumba-Lumba Hidung Botol Panjang 2,2 Meter Ditemukan Kondisi Kode 3 di Kutai Kartanegara

Lumba-Lumba Hidung Botol Panjang 2,2 Meter Ditemukan Kondisi Kode 3 di Kutai Kartanegara

29 Juli 2026
Favorit Pengamat Paus Megaptera novaeangliae Ditemukan Terdampar di Pantai Jembrana Bali

Favorit Pengamat Paus Megaptera novaeangliae Ditemukan Terdampar di Pantai Jembrana Bali

17 Juli 2026

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Pendekatan Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Masyarakat Adat Lamalera

Kosmologi Penangkapan Paus di Lamalera NTT Selaras dengan Konservasi Integratif

Next Post
Abrasi Pantai di Minahasa Selatan Merusak Puluhan Rumah dan Satu Jembatan

Abrasi Pantai di Minahasa Selatan Merusak Puluhan Rumah dan Satu Jembatan

Komentar tentang post

TERBARU

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

El Niño Sangat Kuat Bersamaan Dengan Musim Kemarau, Kondisi Atmosfer Indonesia Kering

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit Siklon Tropis 91S Berdampak Angin Kencang dan Gelombang Laut di Nias Hingga Selatan Jawa

Pemerintah Siapkan Dua Opsi Relokasi Bencana Erupsi Gunung Lewotobi

Topan Kalmaegi Mendarat di Vietnam

Sertifikasi Budidaya Lobster Indonesia Sesuai Standar Global

Road to IDC AMSI 2021 Siap Digelar di 8 Wilayah

UNG Perkuat Jejaring Riset Internasional Bersama Sussex University dan Monash University

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.