Prihatin Penderitaan Paus Orca, Restoran Hilangkan Menu Salmon Chinook

J35/Tahlequah membawa bayinya yang sudah meninggal. FOTO: MICHAEL WEISS / CENTER FOR WHALE RESEARCH

LANGKAH bijak dilakukan pemilik restoran di Seattle, Amerika Serikat. Beberapa restoran yang populer di sana, telah menghilangkan menu favorit ikan Salmon Chinook. Seperti restoran Vine and Spoon dan Alchemy di West Seattle.

Akhir Agustus lalu, restoran ini tidak lagi melayani sajian makanan favorit paus orca itu. Keprihatinan ini setelah melihat kondisi paus orca J-35 biasa dipanggi Tahlequah yang berduka atas kematian anaknya.

Sementara paus orca J-50 dikenal sebagai Scarlet, lahir pada Desember 2014, dalam keadaan kurus dan sakit karena kekurangan makanan.

Direktur Pemasaran Vine and Spoon, Matt Mead mengatakan, keadaan para orca saat ini begitu tragis, sehingga penting untuk mempertahankan sumber makanan mereka. Untuk membantu lingkungan, ikan salmon chinook dihilangkan dari menu restoran.

Salmon Chinook termasuk salah satu mangsa utama paus orca di sana. Dalam beberapa tahun terakhir, populasi Chinook terus berkurang.

Berikut ini, kondisi paus orca J35/Tahlequah:

24 Juli: J35 melahirkan anak betina. Anaknya mati sekitar setengah jam setelah lahir. J35 membawa anaknya yang mati.

Minggu 27 Juli: Para ahli biologi mengamati J35. Mereka prihatin dengan kesehatannya.

8 Agustus: J35 membawa anaknya yang mati. Sudah hampir dua minggu sejak dilahirkan.

10 Agustus: Tim melihat J35/Tahlequah dengan pod J di perairan Kanada.

11 Agustus: Tahlequah tidak lagi membawa anaknya dan dalam kondisi baik.

Kondisi paus orca J50/Scarlet:

2 Agustus: Para ahli menilai kondisi kesehatan J50.

9 Agustus: J Pod berada di perairan Kanada dan menuju ke perairan AS dekat Pulau San Juan. Meskipun sangat

kurus dan kecil, J50 tetap dengan ibu dan saudara kandungnya.

10 Agustus: J pod pindah ke perairan Kanada. Tim melihat J50 berulang kali menyelam.

11 Agustus: Tim mengawasi J50 yang berinteraksi dengan anggota J pod lainnya. Sampel tinja dikumpulkan.

17 Agustus: Hasil tes pengujian dari sampel yang dikumpulkan dari J50 terdapat parasit nematoda. Umumnya parasit ini ditemukan pada paus pembunuh dan mamalia laut lainnya. Cacing ini biasanya bukan masalah pada hewan yang sehat. Namun, pada hewan yang kurus, parasit dapat menembus lapisan lambung, dapat membawa infeksi bakteri ke aliran darah atau membebani organ dalam.

4 September: Ahli biologi mengamati dan mencatat J50 sangat aktif dan terlibat dengan J Pod lainnya, meski kondisinya sangat kurus. J50 tetap dekat dengan ibunya, J16. Dokter hewan Dr Martin Haulena dari Aquarium Vancouver memberikan J50 dosis antibiotik dengan menggunakan anak panah.

6 September: Tim mengambil sampel tinja dari kelompok kecil paus J Pod, termasuk J50. Berdasarkan analisis genetik, sampel ini menunjukkan adanya cacing parasit.

8 September: J50 terlihat tertinggal setengah mil hingga satu mil di belakang anggota kelompok keluarganya yang lain. Kondisi tubuhnya tidak membaik. Dia kehilangan berat badan dan terlihat sangat kurus.*

Sumber: komonews.com dan fisheries.noaa.gov

 

Exit mobile version