Sabtu, April 11, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Sampah & Polusi

Penyakit Karang Terjadi di Lokasi yang Banyak Sampah Plastik

redaksi
26 September 2018
Kategori : Sampah & Polusi
0
Sampah plastik

FOTO: DARILAUT.ID

Jakarta – Kasus penyakit karang sering terjadi di lokasi yang banyak sampah plastik. Hal ini dikatakan pengajar dari Departemen Ilmu dan Teknologi dan Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Beginer Subhan SPi MSi.

Menurut Beginer, hal yang kecil yang dapat kita lakukan adalah mengurangi penggunaan plastik untuk menyelamatkan terumbu karang di Indonesia. Hasil penelitian di beberapa wilayah oleh para ahli terumbu karang dari Indonesia dan dunia, menemukan di daerah yang banyak sampah plastik, kasus penyakit karang juga banyak terjadi.

Sampah plastik menjadi isu hangat terutama terkait dengan sampah di lautan. Indonesia dikenal menjadi salah satu negara yang memberikan kontribusi plastik tertinggi di dunia.

Dalam diskusi dan nonton bareng film Chasing Coral, Beginer mengajak khalayak untuk mengurangi penggunaan sampah plastik untuk melindungi terumbu karang. Diskusi ini berlangsung di Pusat Kebudayaan Amerika Serikat di @America, Jakarta.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Yayasan Terumbu Rupa bekerjasama dengan pihak @america dalam rangka menjelang Our Ocean Conference (OOC) 2018 di Bali.

Dalam acara tersebut, hadir pula penggiat lingkungan dari The Nature Conservancy, Rizya Ardiwijaya yang banyak berkecimpung di daerah konservasi di Perairan Kepala Burung Papua.*

Sumber: ipb.ac.id

Tags: IPBsampah plastikTerumbu Karang
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Safri Burhanuddin: Labuan Bajo Favorit Diving, Butuh Pemandu Wisata Selam Profesional

Next Post

Dua Hari, Hiu Paus Belum Terlihat di Perairan Botubarani

Postingan Terkait

1 Miliar Ton Makanan Terbuang Sia-sia

Limbah Makanan Meningkat, Ratusan Juta Orang Menghadapi Kelaparan

31 Maret 2026
PBB Menobatkan 20 Kota Terpilih di Dunia Menuju Nol Limbah, Salah Satunya Kuala Lumpur Malaysia

PBB Menobatkan 20 Kota Terpilih di Dunia Menuju Nol Limbah, Salah Satunya Kuala Lumpur Malaysia

30 Maret 2026

Israel-AS Serang Depot Minyak di Teheran yang Bukan untuk Penggunaan Militer

Penelitian Terbaru Mikroplastik di Perairan Indonesia Ditemukan di Kedalaman 2 Kilometer

INC Pilih Ketua Baru untuk Memimpin Negosiasi Perjanjian Global Tentang Polusi Plastik

Keberlanjutan Pariwisata Tak Dapat Dipisahkan Dari Pengelolaan Sampah yang Baik

Wamenpar: 2.000 Desa di Indonesia Kembangkan Kegiatan Wisata Bahari

Mikroplastik di Tubuh Ikan dan Sekitar Kita, Riset di Perairan Gorontalo dan Teluk Tomini

Next Post
Hiu Paus

Dua Hari, Hiu Paus Belum Terlihat di Perairan Botubarani

Komentar tentang post

TERBARU

ENSO Berada pada Fase Netral

Waspada Hujan Lebat di Masa Peralihan Musim

Tanaman Sorgum Sebagai Sumber Gula Alternatif

Mahasiswa Prodi Psikologi UNG Finalis Kompetisi Internasional di Kuala Lumpur

Kemunculan AI Berpengaruh pada Pola Kerja di Ruang Redaksi

Mahasiswa UNG Tembus International Business Competition 2026 di Vietnam

AmsiNews

REKOMENDASI

Harga Hiu Belimbing Hidup Mencapai Rp 63 juta Per Ekor

3 Tahun Darilaut.id

Kegiatan Selam Dikuasai Asing, Negara Rugi Rp 1,5 Triliun

Dampak Perubahan Iklim Itu Nyata

BMKG Gelar Sekolah Lapang untuk Nelayan di 20 Lokasi

Sebagian Benar, Klaim Ganjar Tentang Keamanan Laut Indonesia Butuh Sonar dan Sensor

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.