Rabu, Januari 21, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Tips & Trip

Artificial Patch Reef Berhasil Dikembangkan di Pulau Panjang

redaksi
2 September 2018
Kategori : Tips & Trip
0
Artificial Patch Reef Berhasil Dikembangkan di Pulau Panjang

Pertumbuhan fragmen karang Acropora pada terumbu buatan APR (Artificial Patch Reef) di Pulau Panjang, Jawa Tengah (Munasik et al., 2017).

Semarang – Ahli terumbu karang dari Universitas Diponegoro (Undip) Dr Ir Munasik M.Sc mengatakan, terumbu buatan Artificial Patch Reef (APR) telah berhasil dikembangkan di Pulau Panjang, Jepara, Jawa Tengah.

“Dalam rentang waktu satu setengah bulan, fragmen karang bercabang Acropora telah tumbuh menjadi koloni baru dengan pertumbuhan lebih dari 300 persen,” kata Munasik, dosen di Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Undip.

Menurut Munasik, penerapan transplantasi karang, dengan struktur APR dilakukan di perairan dangkal sejak 2015. Lokasi ini berhasil menjadi habitat baru. Struktur APR berbahan beton, terdiri dari modul-modul dan disusun berbentuk melingkar bertingkat.

Pemasangan dilakukan dengan menyusun modul balok beton (berat 30-40 kg) di bawah air dengan bantuan peralatan dan penyelam SCUBA. Karena modul berupa potongan-potongan substrat beton (concrete block) yang ringan, sehingga mudah dalam pemasangan. “Pemasangan tidak membutuhkan alat berat,” ujar Wakil Ketua Dewan Pakar Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) ini.

Modul yang telah terpasang, berfungsi sebagai media substrat transplantasi karang. Setelah struktur APR terbentuk, transplantasi karang dilakukan di bawah air dengan menggunakan berbagai jenis karang.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Rehabilitasi Terumbu KarangUndip
Bagikan14Tweet8KirimKirim
Previous Post

Sarjana Kelautan Unsrat: Jaga Kelestarian Mola-mola

Next Post

Ikan Karang Caetodon di Karang Buatan Pulau Panjang

Postingan Terkait

Bali Teratas Versi TripAdvisor, Masih Menjadi Magnet Pariwisata Dunia

Bali Teratas Versi TripAdvisor, Masih Menjadi Magnet Pariwisata Dunia

19 Januari 2026
Berpadu Merasakan Kehidupan Masyarakat Lokal di 8 Desa Wisata Indonesia

Berpadu Merasakan Kehidupan Masyarakat Lokal di 8 Desa Wisata Indonesia

18 Januari 2026

10 Destinasi Terbaik Dunia 2026 Versi TripAdvisor, Bali Teratas

Manfaatkan Tulang Ikan Tuna, Mahasiswa UNG Raih Medali Perak Pekan Ilmiah Andalas 2025

Tiga Mahasiswa UNG Lolos Top 50 Social Project Program Innovillage

Cara Meningkatkan Kesadaran Konservasi Laut dengan Video

Spesies Ikan Baru Ditemukan di Pulau Taiping, Taiwan

Peneliti Temukan Spesies Ikan Baru di Guangdong, Cina selatan

Next Post
Ikan Karang Caetodon di Karang Buatan Pulau Panjang

Ikan Karang Caetodon di Karang Buatan Pulau Panjang

Komentar tentang post

TERBARU

Emisi Karbon Lamun di Jawa dan Sumatra Tertinggi di Indonesia

Bibit Siklon Tropis 97S Dapat Berdampak Hujan di Bali dan Nusa Tenggara

LBH Pers: Tahun 2025 Angka Kekerasan Terhadap Pers Capai Tit­ik Tertinggi

Waspada Peningkatan Curah Hujan di Sebagian Wilayah Indonesia dan Pergerakan Bibit Siklon Tropis 97S

Bibit Siklon Tropis 97S Akan Berkembang Kembali di Selatan NTT

Anugerah UNG Berdampak 2026, Darilaut.id Peroleh Gold Winner

AmsiNews

REKOMENDASI

Sekretariat PPS dan PPK Kabupaten Gorontalo Dapat Pembekalan Pengelolaan Hibah Pilkada 2024

Jejak-Jejak Tumpahan Minyak

Kementerian Kelautan Raih Opini WTP

Hiu Paus Melahirkan, Tapi Tidak Menyusui Anaknya

100 Ribu Bangkai Ikan Mengambang di Lepas Pantai Prancis

Kisah Pelayaran Arka Kinari, Setahun Dari Rotterdam Tiba di Maluku

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2023 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.