Kepiting Pertapa, Sebutan Lain Kelomang

Morfologi kelomang. Gambar: Mc Laughlin (1979) dalam Rianta Pratiwi (1990)

Darilaut – Kelomang atau Kumang sudah lama dikenal terutama oleh anak-anak sebagai teman bermain. Hewan ini mempunyai keunikan tersendiri, yakni bersembunyi di dalam cangkang moluska yang selalu dibawa kemana saja pergi.

Anak-anak seringkali kelomang diperlakukan seperti kereta kuda yang menarik beban dengan mengikatkan kotak korek api di cangkangnya.

Biasanya anak-anak dengan mudah memperoleh hewan ini, baik mencari sendiri di pantai, batu-batu karang, atau di bawah tumpukkan sampah di pinggir pantai. Bagi anak-anak yang tinggal di kota hewan ini dapat diper-oleh dengan membeli dari penjaja mainan dengan harga yang relatif murah.

Menurut peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Rianta Pratiwi, kelomang mempunyai struktur tubuh yang memanjang, asimetris, silindris dan pipih.

Dalam jurnal Oseana, Volume XV No. 3 (1990) dengan judul “Keunikan Tingkah Laku Kepiting Pertapa (Hermit Crab)” Rianta Pratiwi menjelaskan bahwa ciri lain dari tubuh yang asimetris ini adalah pleopod hanya terletak di sebelah kiri abdomen.

Meskipun kelomang dari beberapa genus Coenobita primitif mempunyai sepasang pelopod. Kriteria inilah yang dipakai untuk memisahkan kelomang dari kepiting-kepiting lain secara taksonomi.

Struktur tubuh kelomang sudah mengalami modifikasi. Hal ini dicirikan oleh karapas yang menyempit dan tidak mengeras sebagai pelindung tubuhnya yang lunak dan bentuk abdomen yang memanjang.

Selain mencari makan, istirahat, kopulasi dan berkembang biak, aktivitas utama yang menentukan hidupnya ialah berburu cangkang.

Kelomang akan selalu berganti-ganti cangkang sebagai tempat tinggal dan berlindung. Cangkang yang biasa dimanfaatkan dan yang menjadi sasaran biasanya dari moluska kelas Gastropoda.

Ukuran cangkang yang dipilih disesuaikan dengan ukuran tubuhnya. Kelomang muda yang berukuran kecil akan memilih cangkang siput kecil, misalnya siput dari genus Littorina.

Kelomang dewasa yang berukuran besar cenderung memilih cangkang siput dari genus Busycon (Prosobranchiata) atau siput dari genus Buccinum yang enak dimakan.

Kelomang berbeda halnya dengan ketam kelapa (Birgus latro) yang juga termasuk hermit crab dari famili Coenobitidae.

Hewan ini merupakan biota laut yang banyak menghabiskan waktunya di daratan. Dan hanya menggunakan cangkang gastropoda semasa tahap postlarva, glaucothoe dan ketam muda saja.

Cangkang tersebut digunakan untuk bermigrasi dari laut ke darat.

Perilaku ini dimaksudkan untuk melindungi diri dari kekeringan dan keadaan darurat lainnya selama tahap yang rawan dalam kehidupannya. Apabila proses adaptasi terhadap lingkungan telah dicapai, maka perilaku membawa cangkang tersebut tidak lagi diteruskan hingga dewasa.

Sumber: Rianta Pratiwi, Jurnal Oseana, Volume XV No. 3 (1990). “Keunikan Tingkah Laku Kepiting Pertapa (Hermit Crab)”.

Exit mobile version