Spesies Unik Pari (Hiu) Lontar…

Pari lontar (Rhynchobatus australiae). FOTO: DOK. LIPI

BENTUK tubuh spesies yang satu ini agak lain. Sebagian mirip ikan hiu, yang lainnya seperti pari.

Namanya, ada yang menyebut hiu dan pari. Tapi ada juga yang menggabungkan keduanya menjadi hiu pari.

Inilah spesies dengan nama latin Rhynchobatus australiae. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan white spotted wedgefish atau guitarfish.

Nama lokal spesies ini bervariasi. Menurut Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ada yang menyebut nunang, hiu paridung, hiu lontar, liong bun, yungbun, petong gitar dan bandrong.

Ukuran maksimum 180 cm hingga 300 cm. Habitat di dasar perairan pantai hingga paparan benua.

Tubuh spesies ini memiliki karakteristik dengan sirip punggung pertama yang ada di atas perut. Lalu ada bintik-bintik putih di sisi tubuhnya.

Warna tubuh bervariasi. Ada yang abu-abu terang hingga gelap.

Menurut Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (PSPL) Sorong, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Kabupaten Merauke nelayan dan pengusaha menyebut spesies ini hiu lontar.

Siripnya disebut “sirip putih”. Hiu lontar sebenarnya termasuk jenis pari. Karena bentuk tubuhnya yang menyerupai hiu, nelayan menyebut hiu lontar.

Salah satu ciri khas yang membedakan dengan hiu ada di insangnya. Lubang insang ikan hiu menghadap samping tubuhnya, sedangkan pari menghadap ke bawah. Itulah sebabnya, spesies ini disebut pari lontar.

***

PADA September lalu, sebuah video beradar dengan gambar pari lontar ini. Di dalam keterangan spesies ini dinamakan ikan hiu pari.

Ketika itu, pada Kamis (13/9-2018) pukul 09.10 Waktu Indonesia Timur, spesies ini dilepas kembali ke laut lepas. Lokasi berada di Pelabuhan Perikanan Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Nelayan setempat menangkap spesies ini. Namun, dilepas kembali bersama petugas.

Pari lontar. FOTO: DOK. ISTIMEWA

Pari lontar belum termasuk biota laut yang dilindungi. Sirip pari lontar tergolong kategori super. Karena itu, harganya lebih mahal, dibandingkan dengan sirip hiu lainnya.

Sejauh ini, ekspor sirip hiu paling banyak dengan tujuan Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan. Permintaan sirip terus meningkat, namun hasil tangkapan hiu makin menurun.

Menurut Loka PSPL Sorong, harga sirip pari lontar cukup mahal. Hal ini karena kulitnya yang tipis. Sehingga kandungan hisit atau laksa dalam sirip lebih banyak.

Sirip pari lontar yang sudah kering mudah dikenali karena memiliki warna yang lebih cerah dibandingkan sirip hiu lainnya. Pari lontar memiliki dua sirip punggung dan satu sirip ekor.*

 

Exit mobile version