Mutiara

Seseorang pergi ke laut. Setibanya di sana, dia tidak melihat apa-apa.
Yang terlihat hanya air asin dan ombak, buaya dan ikan-ikan.

Orang itu berkata,”Di manakah mutiara yang dibicarakan orang-orang itu?
Barangkali tidak ada mutiara di sana.”

Bagaimana mungkin seseorang akan memperoleh mutiara hanya dengan melihat laut saja?

Bahkan, apabila dia diberi kemampuan untuk mengukur laut cangkir demi cangkir ribuan kali,
dia tetap tidak akan menemukan mutiara itu.

Orang harus menjadi penyelam untuk menemukan mutiara.
Dan tidak setiap penyelam akan menemukan mutiara.
Hanya penyelam yang beruntung dan mahir (terlatih) saja yang bisa mendapatkannya.

(Jalaluddin Rumi, 1207-1273)
Fihi Ma Fihi

Exit mobile version