Senin, Mei 25, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Tips & Trip

Pulau Zum-zum, Kisah Jenderal Perang dan Kesunyiannya

Christopel Paino
5 September 2018
Kategori : Tips & Trip
0
Pulau Zum-zum, Kisah Jenderal Perang dan Kesunyiannya

Patung Jenderal Douglas MacArthur di Pulau Zum-zum. FOTO: CHRISTOPEL PAINO

“Karena pulau ini menjadi tempat istirahat Jenderal Douglas MacArthur, maka oleh warga, Pulau Zum-zum ini juga diberi nama lain, yaitu Pulau MacArthur,” kata Supriono, warga di Kota Daruba.

Di Pulau Zum-zum dibangun patung Douglas MacArthur setinggi kurang lebih 20 meter. Di bawah patungnya tertulis keterangan sang jenderal yang terkenal dengan slogannya “I Shall Return” itu dalam merebut Fhilipina.

Di seberang, tak jauh dari Pulau Zum-zum, terdapat pulau yang diberi nama Dodola. Pulau Dodola memiliki pantai putih yang bersih dengan keindahan bawah lautnya. Konon, pasukan tentara sekutu dibawah komandonya Douglas MacArthur banyak melepas penat dengan berenang di pantai Dodola. Hingga kini, pantai Dodola menjadi salah satu destintasi wisata yang diandalkan oleh pemerintah daerah Morotai.

Tapi berbeda dengan Dodola. Wajah Zum-zum kini tampak sepi dan tak berpenghuni. Semak belukar tumbuh dimana-mana. Fasilitas yang dibangun seperti gazebo, kelihatan mulai rusak. Hanya debur ombak dan tiupan angin yang sesekali memecah sunyi. Sesekali pula pelancong datang mengunjungi. Setelah itu pergi meninggalkan Zum-zum.

Tak ada yang menyangka, kesepian itu telah menjadi saksi bisu sebuah ketegangan dalam masa-masa perang dunia ke 2. Pulau Zum-zum, sebuah pulau yang menjadi tempat lahirnya strategi penaklukan dalam masa-masa sulit selama perang di kawasan pasifik.

Halaman 2 dari 3
Sebelumnya123Selanjutnya
Bagikan17Tweet7KirimKirim
Previous Post

Era Digital, Banyak Starup Kreatif Bidang Akuakultur

Next Post

Kemenko Maritim Luncurkan Aplikasi PESAN

Postingan Terkait

Fakultas Kedokteran UNG Evaluasi Kurikulum

Dosen Fakultas Kedokteran UNG Kembangkan Teknologi Aman untuk Penambang Emas Skala Kecil

27 April 2026
Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

3 Maret 2026

Paus Orca Predator Alami Paus Minke Antartika, Balaenoptera bonaerensis

Mengenal Paus Minke, Balaenoptera acutorostrata

Bali Teratas Versi TripAdvisor, Masih Menjadi Magnet Pariwisata Dunia

Berpadu Merasakan Kehidupan Masyarakat Lokal di 8 Desa Wisata Indonesia

10 Destinasi Terbaik Dunia 2026 Versi TripAdvisor, Bali Teratas

Manfaatkan Tulang Ikan Tuna, Mahasiswa UNG Raih Medali Perak Pekan Ilmiah Andalas 2025

Next Post
Kemenko Maritim Luncurkan Aplikasi PESAN

Kemenko Maritim Luncurkan Aplikasi PESAN

Komentar tentang post

TERBARU

Laut Indonesia Bukan Sekadar Ruang Ekonomi

SDGs Center UNG Dukung Gerakan Pilah Sampah

Ukuran Kuda Laut yang Dapat Ditangkap Minimal 10 cm dan Tidak Bunting

Musim Badai Atlantik dan El Nino

Musim Siklon Tropis di Atlantik 2026 di Bawah Normal

Bibit Siklon Tropis 99W Terletak di Selatan Guam

AmsiNews

REKOMENDASI

5 Ilmuwan Terima Penghargaan Utama Habibie Prize 2020

Bibit 90S Berpeluang Menjadi Siklon Tropis

Bibit Siklon Tropis 94W Berkembang di Teluk Tonkin, 96B di Teluk Benggala

Sinyal Positif Black Box Lion Air, Kendala Arus dan Lumpur Bawah Laut

AMSI Dideklarasikan di Gorontalo

Pangkalan Hiu Paus Botubarani Gorontalo Akan Sembelih 4 Ekor Sapi Kurban

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.