Darilaut – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat kesiapsiagaan di wilayah pesisir yang memiliki risiko terhadap potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau, seperti di pesisir Provinsi Banten dan Lampung.
Hingga Kamis (10/9) pukul 09.10 WIB Gunung Api Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih erupsi. Tinggi kolom erupsi tidak teramati.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi Magma Indonesia, mencatat erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47 mm dan durasi 17 detik.
Masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif, kata Pusat Vulkanologi.
Siap Siaga
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pendampingan kepada Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah kabupaten/kota dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau. Hal yang sama dilakukan BNPB di Provinsi Lampung.
Tim Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB telah melaksanakan penugasan sejak 6 September 2026 dengan melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, pemantauan kondisi wilayah terdampak, serta assessment kesiapsiagaan di sejumlah kawasan pesisir Banten.



