Darilaut – Sebanyak 1.613 mahasiswa baru Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mendapat dukungan pemerintah melalui bantuan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tahun 2026.
Mahasiswa baru penerima KIP Kuliah tahun 2026 tersebut melalui jalur SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Program KIP Kuliah memberikan kesempatan kepada mahasiswa berprestasi, yang memiliki keterbatasan ekonomi namun tetap memiliki semangat dan potensi untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui penyerahan buku tabungan dan kartu ATM kepada penerima, sebagai penanda dimulainya penyaluran bantuan pendidikan bagi mahasiswa penerima KIP Kuliah UNG.
Ketua Pengelola KIP Kuliah UNG, Taufiq Ismail Yusuf, menjelaskan bahwa bantuan biaya hidup tersebut disalurkan setiap bulannya, langsung ke rekening penerima beasiswa tanpa dilakukan potongan.
Biaya tersebut dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk membantu memenuhi keperluan mereka dalam kegiatan perkuliahan nanti, kata Taufiq.
Melalui rekening penerima, mahasiswa akan memperoleh bantuan biaya hidup sebesar Rp950 ribu setiap bulan. Bantuan tersebut disalurkan langsung ke rekening mahasiswa penerima tanpa potongan, sehingga dapat dimanfaatkan untuk menunjang berbagai kebutuhan selama menjalani perkuliahan.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNG Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, menyampaikan selamat kepada 1.613 mahasiswa baru yang telah resmi menerima KIP Kuliah. Bantuan tersebut bukan hanya memberikan dukungan dari sisi finansial, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi mahasiswa untuk semakin serius menjalani proses pendidikan dan mengembangkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik.
Semoga para penerima dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara bijak untuk menunjang kebutuhan perkuliahan, sekaligus menjaga komitmen akademik agar mampu menyelesaikan studi tepat waktu dengan hasil yang membanggakan, kata Amir.
Dengan diterimanya KIP Kuliah, menurut Amir, ribuan mahasiswa baru UNG kini memiliki dukungan tambahan untuk menapaki perjalanan akademiknya.
Lebih dari sekadar bantuan biaya pendidikan dan biaya hidup, program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesempatan generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi serta mempersiapkan sumber daya manusia unggul yang kelak mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa.
Anggaran KIP Kuliah
Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengatakan bahwa anggaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun ini, alokasi anggaran KIP Kuliah sebesar Rp 15,3 triliun.
Komitmen ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Pada tahun 2020, anggaran KIP Kuliah tercatat sebesar Rp6,5 triliun. Anggaran tersebut terus meningkat secara signifikan hingga mencapai Rp14,9 triliun pada tahun 2025 dengan jumlah sasaran penerima sebanyak 1.044.921 mahasiswa berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
Pada Tahun Anggaran 2026, alokasi anggaran KIP Kuliah berdasarkan DIPA naik menjadi Rp 15.323.650.458.000 dengan sasaran penerima sebanyak 1.047.221 mahasiswa.
Menurut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, Kemdiktisaintek terus mengawal program KIP Kuliah agar anggarannya tidak berkurang dan program dapat terlaksana lebih baik lagi.
