Darilaut – Tim SAR (Search and Rescue) gabungan melakukan pemeriksaan secara langsung obyek yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan speed boat Arupadhatu 1 yang hingga kini masih dalam pencarian.
Speed boat (kapal cepat) Arupadhatu 1 ini yang ditumpangi lima jurnalis bersama pemandu, kapten dan anak buah kapal, hilang kontak di perairan Selat Sunda, pada Senin (7/9). Lima jurnalis ini sedang menjalankan tugas jurnalistik meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Hingga hari ke-8, Selasa (15/9), delapan orang di dalam speed boat masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Delapan orang yang masih dalam pencarian Warta sebagai nakhoda (55 Tahun); Surakman, anak buah kapal (60); Heriyanto, pemandu (49); M. Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara; Ari Basuki, jurnalis Merdeka; Yudhis, jurnalis Inews; Daus, jurnalis Anadolu; dan Donal, jurnalis freelance.
Pencarian juga dilakukan dengan mengerahkan 20 alat utama sistem pertolongan (alut) air serta dukungan pemantauan menggunakan drone.
Selain melaksanakan penyisiran di sejumlah sektor pencarian, Tim SAR Gabungan juga melakukan pengecekan terhadap informasi adanya obyek mengapung di sekitar pesisir Gunung Anak Krakatau.
Obyek tersebut dicurigai memiliki keterkaitan dengan speed boat Arupadhatu 1 yang hingga kini masih dalam pencarian.
Tim melakukan pemeriksaan secara langsung menggunakan searider dengan jarak sekitar 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau. Pengecekan juga diperkuat melalui pemantauan udara menggunakan drone untuk memastikan keberadaan dan karakteristik obyek yang dilaporkan.
Namun, setelah dilakukan penelusuran secara langsung menggunakan searider serta pemantauan melalui drone, obyek mengapung yang dilaporkan tersebut dinyatakan nihil atau tidak ditemukan.



