Darilaut – Hampir 19 juta orang, termasuk 5,5 juta anak-anak, terkena dampak Topan (typhoon) Yagi paling parah di Vietnam utara.
Provinsi yang paling parah terkena dampak, termasuk provinsi Lao Cai, Tuyen Quang, Cao Bang, Yen Bai, Quang Ninh, Hai Phong, Ha Noi, Thai Binh, Hai Duong, Hoa Binh, Thai Nguyen dan Phu Tho.
Topan Yagi merusak sekitar 141.469 rumah, 550 fasilitas kesehatan dan 805 sekolah, sementara sekitar 400.000 rumah tidak memiliki akses ke air bersih.
Dana Darurat Anak-Anak Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak topan Yagi di Vietnam utara.
Setelah kejadian, sekitar dua juta anak tanpa akses ke pendidikan, dukungan psikososial dan program pemberian makanan di sekolah.
UNICEF berada di lapangan untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak dan menyediakan pasokan air untuk didistribusikan di tiga provinsi yang paling terkena dampak.
UNICEF telah menyediakan pasokan air kepada mitra Pemerintah untuk didistribusikan ke rumah tangga, rumah sakit, fasilitas kesehatan dan sekolah di tiga provinsi yang paling terkena dampak topan Yagi.
Selain itu, UNICEF segera mengirimkan 80.000 tablet pemurnian air untuk Pusat Pengendalian Penyakit di Provinsi Thai Nguyen dan 4.000 liter air ke Rumah Sakit Provinsi Lào Cai untuk memastikan air minum bagi 800 orang.
UNICEF juga akan mengirimkan tablet pemurnian air, tangki air, filter keramik, pembersih tangan dan sabun ke rumah tangga, sekolah dan fasilitas kesehatan di provinsi Yen Bai dan Lao Cai.
“UNICEF berkomitmen untuk segera memberikan dukungan berkelanjutan kepada Pemerintah Vietnam untuk memastikan anak-anak dan keluarga memiliki akses ke layanan penting,” kata Silvia Danailov, Perwakilan UNICEF di Vietnam, mengutip dari Vietnamnews.vn.
“Kami sudah mulai memberikan dukungan penyelamatan jiwa dan memobilisasi sumber daya untuk memenuhi kebutuhan besar.”
“Terlalu banyak anak-anak yang akses ke layanan penting seperti air bersih, sanitasi, perawatan kesehatan dan pendidikan terputus dan tindakan cepat untuk memulihkan jalur kehidupan ini sangat dibutuhkan,” ujar Danailov.
“Kehancuran yang disebabkan oleh topan adalah pengingat tragis tentang dampak yang tidak proporsional dari peristiwa cuaca ekstrem, yang diintensifkan oleh perubahan iklim, terhadap anak-anak,” katanya.
UNICEF juga mengirimkan pasokan medis darurat seperti vaksin, perawatan malnutrisi, suplemen nutrisi, dan perlengkapan kebersihan ke pusat-pusat kesehatan di daerah yang paling terkena dampak.
Untuk mendukung pembukaan kembali sekolah, UNICEF menawarkan ruang belajar sementara dan materi pendidikan bagi anak-anak yang terkena dampak trauma bencana. Selain itu, perlengkapan darurat yang berisi barang-barang penting, termasuk alat pendidikan dan materi pendukung, didistribusikan kepada anak-anak dan keluarga.
Hingga Kamis (12/9) pagi, banjir serta tanah longsor yang dipicu Topan Yagi telah menewaskan 197 orang sementara 128 orang masih hilang, kata Otoritas Manajemen Bencana dan Tanggul Vietnam di bawah Kementerian Pertanian dan Pembangunan Pedesaan.
Bencana itu juga telah menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur, dengan 130.268 rumah dilaporkan rusak dan 57.857 rumah terendam.
Di sektor pertanian, topan telah menyebabkan kerusakan parah termasuk 195.929 hektar sawah telah terendam banjir dan rusak; 35.010 hektar tanaman lain telah banjir dan terkena dampak. Selain itu, 22.237 hektar pohon buah-buahan mengalami kerusakan; 1.791 keramba budidaya telah dihancurkan atau tersapu; 2.502 ternak dan lebih dari 1,5 juta unggas mati.
