Darilaut – Eskpedisi Jala Citra I Aurora TNI Angkatan Laut akan dilaksanakan dalam 3 etape mulai bulan Agustus ini hingga Oktober mendatang di Laut Halmahera dan Papua.
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, Selasa (3/8), melepas keberangkatan Ekspedisi Jala Citra I “Aurora”. Pelepasan ekspedisi ini bertempat di Dermaga Pondok Dayung, Komando Armada (Koarmada) I, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Saat pelepasan, Kasal didampingi Komandan Pusat Hidro-oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr Agung Prasetiawan, para Panglima Kotama TNI Angkatan Laut wilayah Jakarta, pejabat utama Mabes TNI AL, serta pejabat kementerian dan lembaga.
Kasal mengatakan ekspedisi Jala Citra I Aurora ini yang pertama kali dilakukan oleh putra-putri Indonesia setelah lama tidak dilaksanakan. Ekspedisi ini bertepatan dengan peringatan 100 tahun Hari Hidrografi Dunia.
Pushidrosal bersama dengan peneliti-peneliti dari lembaga dan kementerian melaksanakan penelitian di Laut Halmahera.
Ini merupakan ekspedisi yang pertama yang dilakukan oleh anak bangsa setelah tahun 2000. Diharapkan penelitian ini dapat mengungkap sumber daya maritim di perairan tersebut yang belum tergali secara optimal.
Mengutip Pushidrosal.id, etape pertama eskpedisi, tanggal 13-23 Agustus 2021 dengan membawa 9 peneliti. Etape kedua dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus – 7 September dengan 9 peneliti. Sementara etape ketiga, dilaksanakan pada tanggal 12-22 September 2021 tanpa peneliti.
Ekspedisi ini dengan menggunakan KRI Spica-934, kapal survei TNI AL di bawah komando dari Pushidrosal sebagai wahana penelitian utama.
Ekspedisi bertujuan untuk meneliti sumber daya alam perairan Halmahera dan Papua, serta diharapkan dapat mengungkap lebih dalam misteri yang ada di laut Halmahera dan perairan Papua.
Melalui Ekspedisi ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan kembali ekspedisi kelautan pada lingkup nasional lainnya yang dilaksanakan untuk meneliti sumber daya kelautan oleh putra-putri Bangsa Indonesia, seperti Ekspedisi Siboga, Snellius I Serta Snellius II.
Ekspedisi ini diharapkan menambah khasanah pengetahuan serta melengkapi inventarisasi potensi sumber daya kelautan serta karakteristik lingkungan laut perairan nasional.
Penelitian ini juga bertujuan untuk melaksanakan pengumpulan data, hidrografi di perairan Halmahera dan sekitarnya.
Selain itu, untuk kepentingan pemetaan, keselamatan navigasi dan pelayaran ke pelabuhan-pelabuhan khusus di Halmahera.
Wilayah perairan ini memiliki kondisi geologi yang kompleks, serta keanekaragaman hayati, sehingga ekspedisi ini akan dapat memberikan manfaat yang besar bagi bangsa Indonesia.
Dengan kegiatan ini juga diharapkan dapat meneliti fenomena aliran pergeseran arus dari Samudra Pasifik ke Laut Banda menuju Samudra Hindia, serta koneksitasnya dengan sistem cuaca dan kandungan mineral bawaan pada kolom air laut.
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan luas wilayah 5,8 juta km2, memiliki wilayah perairan dengan mega biodiversitas yang belum tereksploitasi secara optimal. Masih diperlukan adanya penelitian dan kajian yang mendalam tentang berbagai potensi dan fenomena kelautan yang terkandung di dalamnya.
Peringatan satu abad hidrografi dunia tahun ini merupakan momentum emas yang menegaskan eksistensi dan perjalanan panjang serta transformasi peran hidrografi. Peran ini tidak hanya turut menjamin keselamatan navigasi pelayaran, akan tetapi juga memberikan kontribusi bagi kepentingan strategis lainnya.
Berbagai kegiatan yang digelar Pushidrosal merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan peringatan 100 tahun hari Hidrografi Dunia, salah satunya Ekspedisi Jala Citra I 2021 Aurora.
