Darilaut – Sebanyak 38 proposal kelompok mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) lolos pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Total pendanaan secara keseluruhan sebesar Rp. 560.970.000.
Setelah melewati berbagai tahapan proses untuk kelompok penerima hibah, Unit Penunjang Akademik Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK) UNG secara resmi menggelar kegiatan pendampingan kelompok penerima hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tahun 2024 di lingkungan UNG, pada Rabu (5/6). Kegiatan ini berlangsung di ruang sidang lantai 4 Rektorat.
Kepala UPA PKK, Mohamad Reski Payu, mengatakan di tahun 2024 ini ada tiga program Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) yang telah sukses lolos pendanaan tahun 2024.
“Pada program ini Alhamdulillah UNG telah berhasil mencapai 38 proposal yang lolos pendanaan, terdiri dari 19 proposal untuk program PKM, 5 sub proposal lolos pendanaan PPK Ormawa, dan 14 proposal lolos pendanaan pada P2MW,” ujar Reski.
Selain itu, kata Reski, prestasi mahasiswa secara apresiatif berasal dari berbagai program studi dan fakultas di UNG.
Capaian Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan masing-masing total lolos pendanaan dua tim, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis tiga tim, Fakultas Sastra Budaya dan Fakultas Teknik dengan total proposal lolos pendanaan sebanyak empat tim, serta Fakultas olahraga dan kesehatan dengan total proposal lolos pendanaan sebanyak 17 proposal.
Rektor UNG, Prof. Dr. Eduart Wolok, turut memberikan penguatan kepada para mahasiswa yang lolos pendanaan hibah tahun 2024 tersebut.
“Kita harus mengalami pergeseran orientasi, dulu sekadar lolos cukup buat kita. Setelah beberapa tahun kita terus-menerus lolos, maka pergeseran atau peningkatan orientasi itu harus kita lakukan,” kata Rektor.
“Artinya, saat ini kita bukan hanya sekadar lolos, kita bukan hanya sekadar berpartisipasi, tetapi kita harus berorientasi pada peningkatan pencapaian output dari kelolosan dan keikutsertaan kita selama ini agar supaya prestasi kemahasiswaan itu dapat dicapai.”
Eduart menjelaskan hari ini orientasi itu bukan hanya sekadar lolos PKM, bukan hanya sekadar lolos PIMNAS, ”Tapi harus dapat medali, dan kalau bisa emas,” kata Eduart. (Novita J. Kiraman)
