Darilaut – Empat gunung api aktif di Indonesia meletus pada Sabtu (14/1) pagi. Erupsi ini terjadi di Gunung api Semeru di Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang (Jawa Timur), Gunung api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata (Nusa Tenggara Timur), Gunung api Kerinci di Kabupaten Kerinci (Jambi) dan Solok Selatan (Sumatera Barat), Gunung api Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar (Sumatera Barat).
Erupsi Semeru
Gunung api Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (14/1) pukul 05.02 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 700 m di atas puncak (± 4376 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya.
Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, merekomendasikan tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Erupsi Ili Lewotolok
Pusat Vulkanologi mengatakan terjadi erupsi Gunung api Ili Lewotolok pada Sabtu (14/1) pukul 07:47 WITA. Tinggi kolom letusan teramati ± 400 m di atas puncak (± 1823 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 8.6 mm dan durasi 35 detik.
Pusat Vulkanologi merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung api Ili Lewotolok maupun pengunjung/ pendaki/ wisatawan tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok.
Masyarakat Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/ longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak/ kawah Gunung api Ili Lewotolok.
Menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar Gunung api Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/ aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung api Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.
Erupsi Kerinci
Terjadi erupsi Gunung api Kerinci pada Sabtu (14/1) pukul 06:58 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 750 m di atas puncak (± 4555 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
Pusat Vulkanologi merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung api Kerinci dan pengunjung/ wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada di puncak Gunung api kerinci di dalam radius 3 km dari kawah aktif. Masyarakat juga dilarang beraktivitas di dalam radius bahaya atau Kawasan Rawan Bencana III.
Sebaiknya jalur penerbangan di sekitar Gunung api Kerinci dihindari karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan.
Erupsi Marapi
Terjadi erupsi Gunung api Marapi pada Sabtu (14/1) pukul 08.17 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 300 m di atas puncak (± 3191 m di atas permukaan laut).
Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 1.8 mm dan durasi 73 detik.
Pusat Vulkanologi merekomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung api Marapi dan pengunjung/ wisatawan tidak diperbolehkan mendaki Gunung api Marapi pada radius 3 Km dari kawah/ puncak.
