“Kami yakin jurnalisme berkualitas akan berkontribusi pada kejernihan hasil kecerdasan buatan di Sahabat-AI karena berita yang kami produksi telah melalui tahapan verifikasi dan konfirmasi berlapis. Selain itu, gaya menulis berita khas Tempo bisa memberi kekayaan berbahasa untuk Sahabat-AI,” ujar Wahyu.
Menurut CEO KG Media, Andy Budiman, kolaborasi antara KG Media dan GoTo dalam menghadirkan Sahabat-AI adalah contoh nyata bagaimana perusahaan teknologi dapat bertindak secara bertanggung jawab dan beretika, dengan menggandeng perusahaan media untuk membangun AI yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijak secara nilai.
Di tengah maraknya praktik pengembangan AI yang mengabaikan etika, seperti pengambilan konten media tanpa izin, kerja sama ini menunjukkan arah yang berbeda—menghargai hak cipta, kredibilitas informasi, dan kepentingan publik, kata Andy.
“Kami berharap Sahabat-AI dapat menjadi fondasi bagi ekosistem AI Indonesia yang berdaulat, etis, dan berpihak pada masyarakat luas,” ujarnya.
Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengatakan, Sahabat-AI adalah bagian penting transformasi jurnalisme di era kecerdasan buatan. Bagi media, AI harus dimanfaatkan secara strategis untuk memperkuat kualitas liputan, mempercepat distribusi informasi, dan tetap berpihak pada kepentingan publik.




