”Adaptasi ini bukan hanya tentang teknologi, juga tentang menjaga relevansi, akurasi, dan integritas media dalam menyampaikan suara masyarakat,” ujarnya.
Sementara CEO HukumOnline, Arkka Dhiratara, menjelaskan bahwa dalam waktu dekat, AI akan menjadi utilitas esensial yang menyatu dengan aktivitas kita sehari-hari.
Karena itu, pengembangan LLM yang memahami konteks dan kompleksitas Indonesia sangat mendesak.
”Hukumonline berbangga menjadi mitra media dari Sahabat-AI dan mendukung penuh ekosistem AI lokal yang inklusif, relevan, dan berdaulat,” kata Arkka.
Platform ini tidak hanya menjadi wujud komitmen terhadap kedaulatan digital, tapi juga sarana pemberdayaan talenta lokal serta penyediaan layanan publik berbasis AI yang aman, relevan, dan inklusif.
Diperkenalkan pertama kali di forum Indosat Indonesia AI Day pada November 2024, Sahabat-AI diharapkan bisa memperkuat kedaulatan digital Indonesia.
Seiring peningkatan kapasitas menjadi 70 miliar parameter, Sahabat-AI kini menawarkan akurasi lebih tinggi, sehingga dapat meluncurkan layanan chat terbaru yang bisa diakses melalui situs sahabat-ai.com maupun aplikasi GoPay pada menu “Layanan Favorit Warga”.
Layanan itu dilengkapi kemampuan penalaran canggih sehingga memudahkan pengguna untuk bertanya dan mendapatkan jawaban informatif dengan bahasa yang alami.




