5 Jurnalis, Pemandu bersama Kapten Kapal dan ABK yang Hilang di Selat Sunda Masih Dalam Pencarian

Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian delapan orang yang masih belum diketahui keberadaannya di perairan Selat Sunda, Kamis (10/9). Operasi pencarian dilakukan melalui jalur laut dan udara dengan melibatkan sejumlah unsur SAR. FOTO: BPBD Kabupaten Serang/BNPB

Darilaut – Tim SAR (Search and Rescue) gabungan masih melakukan pencarian terhadap lima jurnalis, pemandu bersama kapten kapal dan anak buah kapal) ABK yang hilang kontak di Selat Sunda.

Lima jurnalis hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik meliput erupsi Gunung Anak Krakatau Senin (7/9).

Delapan orang yang masih dalam pencarian Warta sebagai nakhoda (55 Tahun); ⁠Surakman, anak buah kapal (60); ⁠Heriyanto, pemandu (49); ⁠M. Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara; ⁠Ari Basuki, jurnalis Merdeka; ⁠Yudhis, jurnalis Inews; ⁠Daus, jurnalis Anadolu; dan ⁠Donal, jurnalis freelance.

Operasi pencarian terhadap delapan orang yang masih belum diketahui keberadaannya setelah kehilangan kontak di perairan Selat Sunda terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Operasi pencarian dioptimalkan secara intensif sesuai ketentuan pelaksanaan operasi SAR, dengan melibatkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, BPBD Kabupaten Serang, BPBD Provinsi Banten, TNI/TNI AL, Polri/Polairud, unsur SAR Lampung, pemerintah daerah, nelayan, masyarakat, Potensi SAR, serta unsur terkait lainnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  mencatat hingga Jumat (11/9), delapan orang tersebut masih dalam pencarian. Informasi mengenai keberadaan maupun kondisi mereka belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil operasi pencarian tim SAR gabungan.

Berangkat Dari Dermaga Pagedongan

Rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Posisi terakhir diketahui sekitar pukul 14.42 WIB, sedangkan komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D, mengatakan, operasi pencarian dilakukan melalui jalur laut dan udara. Pada pencarian melalui laut, area pencarian di sisi selatan Gunung Anak Krakatau diperluas hingga sekitar 20 nautical mile (NM) dari pusat aktivitas gunungapi.

Area pencarian kemudian diperluas ke arah utara dengan mempertimbangkan arus, pergerakan gelombang, dan arah angin, termasuk hingga perairan Lampung.

Dukungan pencarian melalui udara juga dilakukan menggunakan helikopter. Selain itu, drone digunakan untuk membantu pemantauan visual di sejumlah area yang menjadi sasaran pencarian.

Dalam pencarian melalui udara pada Kamis (10/9), tim belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang tersebut di daratan pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau. Pemantauan visual terhadap Pulau Sertung juga belum menunjukkan tanda keberadaan mereka.

Pencarian langsung di Pulau Sertung tetap mempertimbangkan aspek keselamatan karena wilayah tersebut berada dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Tim juga menemukan sebuah benda yang diduga berupa pelampung atau jaket keselamatan. Benda tersebut masih dalam proses identifikasi dan belum dapat dipastikan memiliki keterkaitan dengan rombongan yang dicari.

BNPB bersama instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan operasi pencarian di Selat Sunda. Perkembangan situasi akan terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.

Exit mobile version