Darilaut – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau yang tengah erupsi. Pemantauan volcano-tsunami dilakukan menggunakan sistem monitoring IDSL/PUMMA di Rakata atau kompleks Gunung Anak Krakatau.
Periset dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi di bawah Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN, Semeidi, menjelaskan IDSL/PUMMA di Rakata merupakan satu-satunya sistem monitoring volcano-tsunami di Selat Sunda, yang menjembatani Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan BMKG.
Keberadaan IDSL/PUMMA sangat dekat dengan sumber potensi tsunami, sehingga bisa cepat mendeteksi. Keberadaannya juga menjembatani PVMBG dan BMKG dalam monitoring dan peringatan dini volcano-tsunami di Selat Sunda, kata Semeidi.
Tak hanya karena lokasinya, menurut Semeidi, kondisi sistem monitoring volcano-tsunami lebih baik dibanding tahun 2018 karena IDSL/PUMMA didukung penuh oleh cakupan seluler GSM dari Telkomsel dan Satelit Telekomunikasi BAKTI di area Krakatau.
“Sehingga masyarakat atau nelayan bisa melaporkan langsung kondisi di sana,” ujar Semeidi, seperti dikutip dari Brin.go.id.
Semeidi menjelaskan bahwa tim pemantauan di Selat Sunda terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi anomali muka air sejak 4 September 2026.



