6 Kapal Angkut Ternak di Tengah Pandemi

FOTO: DITJEN HUBLA

Darilaut – Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt Wisnu Handoko, mengatakan, pengoperasian 6 kapal yang mengangkut ternak memiliki jadwal yang tetap dan teratur, meskipun di tengah wabah pandemi covid-19.

Hal ini dapat memberikan kepastian waktu bagi para pengguna jasa untuk mempersiapkan dan mengirimkan hewan ternaknya.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus mendorong swasembada pangan, terutama untuk bahan makan daging sapi nasional agar kebutuhannya masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Dukungan agar swasembada pangan khususnya daging sapi tersebut dapat terpenuhi dengan tetap mengoperasikan 6 kapal ternak yang sudah beroperasi sejak tahun 2018 lalu.

Adapun 6 kapal ternak tersebut masing-masing KM Camara Nusantara 1 yang dioperasikan oleh PT Pelni, KM Camara Nusantara 2 yang dioperasikan oleh PT Pelayaran Wirayuda Maritim dan KM Camara Nusantara 3.

Kemudian KM Cemara 4 yang dioperasikan PT Subsea Lintas Globalindo, KM Camara Nusantara 5 yang dioperasikan PT Luas Line. Kelima kapal ini beroperasi dengan pelabuhan pangkal di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Satu kapal lagi yaitu KM Camara Nusantara 6 yang dioperasikan PT ASDP beroperasi dengan pelabuhan pangkal di Kwandang, Gorontalo.

“Dari data yang ada pada sampai dengan bulan Juni 2020 sebanyak 13.163 ekor sapi, 24 ekor kambing dan 24 ekor kuda telah diangkut oleh ke enam kapal tersebut guna mendukung pemenuhuan kebutuhan daging di seluruh wilayah Indonesia terutama wilayah Propinsi DKI Jakarta,” kata Wisnu, Selasa (23/6).

Menurut Wisnu, program pengoperasian kapal khusus angkutan ternak yang disediakan Kementerian Perhubungan merupakan salah satu implementasi program Tol Laut. Program ini mendukung pemenuhan ternak dari daerah sentra produksi ternak ke wilayah konsumen. Sehingga biaya pengoperasiannya masih mendapatkan subsidi dari Pemerintah, dalam hal ini melalui Anggaran Kementerian Perhubungan.

Wisnu mengatakan, dalam tiga tahun terakhir anggaran subsidi pengoperasian enam kapal ternak yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan juga terdapat kenaikan. Pada tahun 2020, dana yang dialokasikan sebesar Rp 46,5 milliar.

Jumlah ini lebih besar dari anggaran pada 2018 Rp 36,8 milliar dan tahun 2019 Rp 23,3 milliar.

Rute enam trayek yang dilayani 6 kapal ternak, masing-masing Trayek RT-1 pelabuhan Kupang, melayani Pelabuhan Kupang-Waingapu-Tanjung Priok-Cirebon-Kupang.

Trayek RT-2 pelabuhan Kupang, melayani rute Kupang – Wini – Atapupu – Tanjung Priok /Banjarmasin/Samarinda – Kupang.

Trayek RT-3 pelabuhan Kupang, melayani rute Kupang/Bima – Tanjung Priok – Kupang/Bima. Trayek RT-4 dengan pelabuhan Kupang, melayani rute Kupang – Wini – Atapupu -Samarinda/Balikpapan – Kupang.

Trayek RT-5 pelabuhan Kupang, melayani rute Kupang – Banjarmasin – Bima – Banjarmasin –Kupang.

Trayek RT-6 pelabuhan Kwandang, melayani rute Kwandang – Tarakan – Balikpapan/Samarinda – Kwandang, Gorontalo.*

Exit mobile version