Darilaut – United Nations University (UNU) merilis laporan terbaru teknologi kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence – AI) berdampak pada lingkungan yang mengancam air, tanah, dan iklim.
Hasil studi Universitas PBB ini menyebutkan konsumsi air terkait AI dapat setara dengan kebutuhan domestik tahunan dasar 1,3 miliar orang pada akhir dekade ini, sementara jejak lahannya dapat melebihi 14.500 kilometer persegi — kira-kira dua kali ukuran wilayah metropolitan Jakarta.
Laporan tersebut menyoroti kesenjangan kritis dalam cara mengukur dampak lingkungan AI. Emisi gas rumah kaca, khususnya yang terkait dengan pelatihan model besar, cenderung diprioritaskan, tetapi pendekatan ini mengabaikan biaya lingkungan lainnya.
Businessinsider.com telah melakukan investigasi dan berhasil mengungkap sisi gelap dan rahasia pusat data AI yang diterbitkan September 2025.
Hasil investigasi ini dengan judul Inside the secretive world of America’s AI data centers yang menyebutkan ledakan AI di setiap industri telah menyebabkan ratusan pusat data yang boros air dan listrik bermunculan di seluruh AS.
Businessinsider.com melaporkan sepertiga dari lalu lintas internet dunia mengalir melalui pusat data hanya di satu negara bagian AS: Virginia.
Namun, belum ada catatan resmi tentang jumlah pusat data di Amerika, siapa pemiliknya, atau berapa banyak listrik yang mereka konsumsi.




