95 Rumah dan 8 Gedung Mengalami Kerusakan di Sulawesi Utara Akibat Gempa Sarangani di Laut Sulawesi

Bangunan yang terdampak gempabumi Magnitudo 7.7 pada Senin (8/6). FOTO: BPBD Provinsi Sulawesi Utara/BNPB

Darilaut – Sebanyak 95 unit rumah dan delapan gedung mengalami kerusakan di Sulawesi Utara akibat gempa Sarangani di Laut Sulawesi, pada Senin (8/6) pagi.

Bangunan yang rusak tersebar di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Minahasa Utara.

Gempa bumi dahsyat magnitudo 7,8 tersebut berada di lepas pantai Sarangani yang menggucang mengguncang Sarangani dan provinsi sekitarnya di Mindanao, Filipina Selatan, pada Senin pukul 07.37 pagi waktu setempat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan wilayah yang terdampak cukup signifikan.

Sebanyak 1.160 jiwa yang sebelumnya dilaporkan mengungsi di rumah keluarga terdekat, sebagian telah kembali ke rumah masing-masing.

Pasokan listrik di Kabupaten Kepulauan Sangihe berangsur normal, kecuali di pulau-pulau terluar yang berada dekat dengan episentrum gempa.

Kerusakan bangunan di Kabupaten Kepulauan Sangihe terdata antara lain 54 unit rumah rusak berat, 21 unit rumah rusak sedang, dan delapan unit rumah rusak ringan.

Selain itu, dua unit gereja, satu unit sekolah, dan satu unit rumah dinas guru juga mengalami kerusakan.

Dampak gempa di Kabupaten Kepulauan Talaud tercatat menyebabkan kerusakan pada 12 unit rumah, satu unit rumah sakit, dan satu gudang pelabuhan. Di wilayah ini sebanyak 12 KK terdampak.

Sementara itu, di Kabupaten Minahasa Utara, gempa mengakibatkan kerusakan pada satu unit gedung GMIM 76, serta satu unit fasilitas pendidikan.

Exit mobile version