ABK Indonesia yang Bekerja di Berbagai Negara Dipulangkan ke Tanah Air

FOTO: KEMLU

Darilaut – Sejumlah anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negerib dipulangkan ke Tanah Air.

Para ABK ini bekerja di sejumlah negara seperti di Pasifik, Iran dan Peru.
Pada Kamis (28/1) malam, sebanyak 35 ABK dipulangkan dari Marshal Island, Papua Nugini, Solomon Island dan Fiji. Mereka tiba dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta.

Para ABK ini dipulangkan bersama 123 pekerja migran Indonesia lainnya.

Sebanyak 35 ABK sempat tertahan selama 5 bulan di Majuro, Marshal Island seusai menyelesaikan kontrak kerjanya di kapal ikan berbendera Republik Rakyat Tiongkok.

Mereka tidak dapat segera pulang akibat penerapan kebijakan karantina oleh Pemerintah Marshal Island.

Kondisi yang sama juga dialami oleh pekerja migran Indonesia di lokasi lainnya seperti di Fiji, Papua Nugini dan Solomon Islands.

Pada rombongan yang sama, turut dipulangkan jenazah ABK yang meninggal dunia di Fiji akibat kecelakaan kerja di atas kapal berinisial AW.

Misi repatriasi ini dilakukan Kementerian Luar Negeri RI berkoordinasi dengan KBRI Manila, KBRI Port Moresby dan KBRI Suva. Proses kepulangan dilakukan dengan tetap mengedepankan tanggung jawab perusahaan yang mempekerjakan para ABK.

Di Tehran, Iran, 2 ABK kapal bernama Farsi akhirnya pulang ke Indonesia pada Selasa (26/1) setelah penahanan kapal Farsi dan awaknya oleh otoritas setempat. KBRI Tehran memastikan bahwa para WNI mendapatkan hak-haknya.

Kapal Farsi merupakan sebuah kapal penangkap ikan berbendera Iran. Kapal tersebut ditahan oleh otoritas di wilayah Chabahar, Provinsi Sistan-Balochistan karena masalah perizinan operasional selama kurang lebih empat bulan.

Setelah memperoleh hak-haknya termasuk bonus kerja, usai menjalani tes Covid-19 dengan hasil negatif, ABK tersebut kembali ke Indonesia.

Indonesia melalui KBRI Lima kembali mendampingi pemulangan WNI dari Peru pada Sabtu (16/1). Kali ini, 48 WNI yang bekerja sebagai ABK di kapal berbendera RRT, He Bei 8599, 8598, 8590 dan Lu Rong Yuan Yu 168 dapat kembali ke Indonesia.

Sebelum pemulangan, KBRI Lima menemui para ABK di rumah singgah milik agen maritim Maritima Oceanica S.A.C.

Dalam pertemuan tesebut, para ABK berterima kasih telah dibantu kepulangannya serta menyampaikan keluh kesah situasi di kapal tempat mereka bekerja seperti kualitas makanan dan minuman yang sangat buruk.

Namun demikian, mereka menyampaikan secara umum diperlakukan baik dan gaji relatif lancar.

KBRI Lima menjelaskan protokol kesehatan yang berlaku di tanah air serta memastikan para WNI dibekali masker dan pelindung wajah selama perjalanan. KBRI Lima juga memastikan agar hak-hak para WNI dipenuhi sebelum kepulangan mereka.

Selama Pandemi Covid-19, Kementerian Luar Negeri RI telah memfasilitasi pemulangan sebanyak lebih dari 27.064 ABK.

Para ABK ini bekerja di kapal niaga maupun kapal ikan yang terdampar di luar negeri akibat kebijakan pembatasan mobilitas di banyak negara.

Exit mobile version