Darilaut – Gempa bumi di lepas pantai Sarangani, Mindanao, Filipina Selatan, pada Senin (8/6) mengakibatkan pengangkatan pesisir dan dasar laut hingga dua meter.
Melansir Kantor Berita Filipina, Philippine News Agency (PNA) Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam (DENR) Filipina mengatakan ko-seismik yang parah telah mengangkat dasar laut hingga dua meter di Glan, Sarangani, setelah gempa bumi.
Pengamatan serupa juga dicatat di Jose Abad Santos, Davao Occidental.
Pergeseran besar-besaran tersebut menyebabkan air laut surut sejauh 200 meter, meninggalkan hamparan terumbu karang dan padang lamun yang luas terpapar di atas permukaan air.
Akibatnya, sejumlah besar organisme laut yang hidup di sana — termasuk ikan karang, belut, kerang, dan cangkang — mulai mati, memicu kekhawatiran mendalam mengenai risiko kesehatan yang serius dan bau busuk yang tak tertahankan dari kehidupan laut yang membusuk.
Pihak kepolisian melakukan pengawasan ketat di Mindanao menyusul pengangkatan dasar laut dan kematian biota laut di beberapa bagian Sarangani setelah gempa bumi pekan lalu, yang menimbulkan kekhawatiran mendesak terkait kesehatan masyarakat atas keamanan makanan laut.
Kantor Polisi Regional di Soccsksargen (PRO-12) dan Wilayah Davao (PRO-11) ditugaskan untuk memobilisasi unit dan mencegat biota laut yang berpotensi beracun sebelum mencapai pasar konsumen.



