Pendekatan tersebut diarahkan untuk memahami keragaman genetik sekaligus memilih dan mempertahankan karakter unggul, kata Eni.
Eni menjelaskan bahwa pembentukan varietas unggul membutuhkan proses panjang dan berkelanjutan. Tahapannya dimulai dari eksplorasi sumber daya genetik, domestikasi spesies potensial, karakterisasi genetik, seleksi, hingga pemuliaan dan hilirisasi menjadi benih, strain, serta produk ikan hias bernilai ekonomi.
“Program pemuliaan tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan proses panjang dan berkelanjutan untuk menjaga keragaman genetik sekaligus menghasilkan varietas unggul,” ujar Eni, seperti dikutip dari Brin.go.id.
Eni mengatakan pengelolaan sumber daya genetik juga perlu berjalan beriringan dengan konservasi in-situ dan ex-situ, sistem dokumentasi. Kemudian, pemanfaatan data genetik untuk mendukung penelitian dan program pemuliaan.
Dengan pendekatan tersebut, kata Eni, biodiversitas ikan hias Nusantara dapat tetap terjaga. Sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri nasional.
Melalui penguatan riset genetika dan pemuliaan, BRIN berupaya mendorong biodiversitas ikan hias Indonesia diposisikan sebagai fondasi pengembangan industri berbasis pengetahuan. Menurut Eni, upaya tersebut sekaligus mempertemukan kepentingan konservasi, pengembangan teknologi budidaya, peningkatan nilai ekonomi, dan keberlanjutan industri ikan hias Indonesia.



