Jumat, September 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Pulau Jawa Sentra Komoditas Rajungan Terbesar di Indonesia

redaksi
23 Februari 2026
Kategori : Berita
0
Pulau Jawa Sentra Komoditas Rajungan Terbesar di Indonesia

Rajungan. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Pulau Jawa sentra rajungan terbesar di Indonesia, sementara Provinsi Jawa Timur penghasil komoditas tertinggi di pulau Jawa.

Saat ini Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sedang mengembangkan kebutuhan nelayan berupa kapal hybrid layar penangkap rajungan.

Penerapan teknologi kapal hybrid tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung keberlanjutan sektor perikanan tangkap, khususnya pada komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti rajungan.

Ketua Asosiasi Pengelola Rajungan Indonesia (APRI) Kuncoro Catur Nugroho menjelaskan pentingnya inovasi teknologi kapal bagi wilayah sentra produksi rajungan nasional.

“Kami sangat menantikan pemanfaatan hasil riset dan inovasi BRIN terkait kapal tangkap yang cepat, efisien dari segi operasional, serta menggunakan energi baru terbarukan,” ujar Kuncoro seperti dikutip dari Brin.go.id.

Dalam webinar Energi Manufaktur (ENMA) Edisi 03, pada Rabu (18/2), Kuncoro mengatakan membutuhkan kapal tangkap yang memiliki tempat penyimpanan dengan kapasitas yang memadai dan teknologi penyimpanan hasil ikan yang modern.

Senior Lecturer in Naval Architecture Newcastle University, Simon Benson, menyoroti masih banyaknya nelayan di dunia yang menggunakan kapal terbuka dan bertipe tradisional, dengan desain yang sangat dipengaruhi kondisi wilayah dan budaya sehingga aspek keselamatan pengguna perlu mendapat perhatian lebih.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BRINKapal Ramah LingkunganRajungan
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Kapal Hybrid Penangkap Rajungan Ramah Lingkungan

Next Post

Siklon Tropis Horacio Makin Menguat di Dekat Port Marthurin

Postingan Terkait

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

18 September 2026
Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

18 September 2026

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

El Niño Sangat Kuat Bersamaan Dengan Musim Kemarau, Kondisi Atmosfer Indonesia Kering

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

Api Menghanguskan Zamrud Khatulistiwa Kepulauan Nusantara

Asia dan Afrika Paling Terdampak Bencana Air, Sungai mengering dengan Kondisi Tak Wajar

Next Post
Siklon Tropis Horacio Makin Menguat di Dekat Port Marthurin

Siklon Tropis Horacio Makin Menguat di Dekat Port Marthurin

TERBARU

SSI dan AIDA Mengecam Keras Perburuan Penyu, Instruktur Selam Dinonaktifkan

Instruktur Selam yang Diduga Pelaku Perburuan Penyu di Raja Ampat Diperiksa Polisi

Menteri Pariwisata Mengecam Keras Dugaan Perburuan Penyu di Kawasan Raja Ampat

Curah Hujan Masih Kategori Rendah Hingga Menengah

El Niño Sangat Kuat Bersamaan Dengan Musim Kemarau, Kondisi Atmosfer Indonesia Kering

Badai Tropis Dujuan Menguat di dekat Kepulauan Mariana Utara

AmsiNews

REKOMENDASI

Menggabungkan Bisnis Perikanan dan Pariwisata

Penelitian Terbaru, Ikan Tuna di Samudera Hindia Lebih Tercemar Merkuri

Gerakan Bersih Pantai di Labuan Bajo

Fakultas Sastra dan Budaya UNG Peringati Wafatnya Chairil Anwar dan Hari Puisi

Topan Super Ragasa Menimbulkan Ancaman Bagi Taiwan

Kapal Nur Allya Mengalami Likuifaksi

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.