• Sistem air, sanitasi, dan kebersihan hampir seluruhnya tidak berfungsi. Lima instalasi pengolahan air limbah di Gaza telah ditutup, dan limbahnya mencemari pantai, perairan pesisir, tanah, dan air tawar dengan sejumlah patogen, nutrisi, mikroplastik, dan bahan kimia berbahaya. Hal ini menimbulkan ancaman langsung dan jangka panjang terhadap kesehatan warga Gaza, kehidupan laut, dan lahan subur.
• Sistem pengelolaan limbah padat rusak parah. Lima dari enam fasilitas pengelolaan limbah padat di Gaza rusak. Pada bulan November 2023, 1.200 ton sampah menumpuk setiap hari di sekitar kamp dan tempat penampungan. Kurangnya gas untuk memasak telah memaksa banyak keluarga untuk membakar kayu, plastik dan sampah, yang pada khususnya membahayakan perempuan dan anak-anak. Hal ini, ditambah dengan kebakaran dan pembakaran bahan bakar, kemungkinan besar telah menurunkan kualitas udara Gaza secara tajam, meskipun tidak ada data kualitas udara open source yang tersedia untuk Gaza.
• Amunisi yang mengandung logam berat dan bahan kimia yang mudah meledak telah disebarkan di wilayah padat penduduk Gaza, mencemari tanah dan sumber air, dan menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia yang akan bertahan lama setelah penghentian permusuhan. Senjata yang tidak meledak menimbulkan risiko yang sangat serius bagi anak-anak.




