Ada Fitoplankton yang Berbahaya

Ilustrasi fitoplankton. FOTO: NASA

Darilaut – Tidak semua fitoplankton bermanfaat bagi ekosistem. Beberapa spesies dapat menghasilkan racun yang berbahaya bagi manusia atau spesies laut lainnya.

Mekarnya (berkembangnya) alga yang berbahaya ini dapat mengganggu ekosistem serta kehidupan sehari-hari bagi orang-orang di dekat pantai, danau, dan sungai.

Mekar cyanobacteria, misalnya, dapat merusak air minum dan penggunaan air rekreasi dengan racun yang dihasilkannya.

Para ilmuwan telah menggunakan beberapa data satelit untuk melacak dan memantau mekar ini dan kondisi yang menyebabkannya.

National Aeronautics and Space Administration (NASA) atau Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat akan mengamati pergerakan dan mengidentifikasi berbagai spesies fitoplankton ini dari luar angkasa.

Untuk memberi kita pandangan baru tentang organisme air yang luar biasa ini, NASA meluncurkan satelit ini direncanakan pada awal tahun 2024.

Menurut Nasa.gov Instrumen pada satelit PACE (Plankton, Aerosol, Cloud, and ocean Ecosystem) akan mengamati lautan dan mengumpulkan data tentang warna cahaya yang memantulkannya, memberi tahu kita di mana berbagai jenis fitoplankton berkembang.

PACE harus mempermudah penguraian spesies dan kondisi ini, memungkinkan orang mengembangkan cara untuk mengurangi dampak dan mencegah mekar di masa depan.

“Tidak semua fitoplankton menghasilkan ganggang yang berbahaya, jadi jika kita dapat menggunakan data satelit untuk memisahkan ganggang yang berbahaya dari yang tidak berbahaya dengan lebih baik, itu akan membantu pengelola air dan ilmuwan yang mencoba memahami komunitas fitoplankton di suatu wilayah,” kata Bridget Seegers, seorang ahli kelautan di NASA Goddard.

PACE bukanlah satelit pertama yang memungkinkan kita melihat fitoplankton dari luar angkasa. Misi ini penerus dari Terra, Aqua, Landsat, dan SeaWiFS (Sensor Bidang Pandang Luas Pengamat Laut), yang telah mengumpulkan data tentang fitoplankton sejak 1990-an.

PACE, yang dirakit dan dikelola oleh para insinyur di NASA Goddard, akan secara signifikan memperluas kemampuan kita untuk membedakan dan melacak fitoplankton setiap hari, di seluruh planet ini.

“Mudah-mudahan, sifat hiperspektral dari instrumen warna laut akan memungkinkan kita untuk memisahkan jenis fitoplankton satu sama lain dan dari partikel non-fitoplankton dengan lebih baik,” kata Neeley.

“Bagi saya, kesempatan untuk penelitian tidak akan ada habisnya.”

Sumber: Nasa.gov

Exit mobile version