Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki Naik Dari Level Siaga Menjadi Awas

Gunung Lewotobi Laki-laki di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Level IV (Awas). GAMBAR: PVMBG

Darilaut –  Tingkat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki yang terletak di bagian tenggara Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur,  dinaikan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas). 

Gunung Lewotobi adalah gunung berapi kembar yang terletak di Kabupaten Flores Timur. Gunung Lewotobi terdiri dari dua puncak, yaitu Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Lewotobi Perempuan.

Gunung Lewotobi Laki-laki dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunung api Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur.

“Pemantauan kegempaan menunjukan terjadi peningkatan yang signifikan pada jumlah Gempa Letusan, Gempa Guguran dan Gempa Awan Panas,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Hendra Gunawan.

Siaran pers Pusat Vulkanologi, pemantauan visual juga menunjukan tejadinya aliran lava ke arah timur laut sejauh 3 km, guguran lava ke arah utara-timur laut sejauh 1500 meter, dan awan panas guguran sejauh  2 km ke arah utara-timur laut.

Pada 9 Januari 2024 pukul 23.00 Wita tingkat aktivitas Lewotobi laki-laki menjadi Level IV. Perkembangan pada 16 Januari 2024, pada pukul 20.58 Wita terjadi letusan dengan tinggi kolom erupsi mencapai 600 meter di atas puncak, berwarna putih hingga kelabu tebal condong ke arah utara dan timur laut.

Letusan ini disertai dengan terjadinya guguran lava pijar ke arah barat daya – barat sejauh 2 km dari pusat, kata Hendra.

Pemantauan kegempaan menunjukkan pada tanggal 16 Januari 2024 pukul 00.00 – 24.00 WITA terjadi peningkatan kegempaan yang signifikan yaitu terekam 13 kali Gempa Awan Panas Guguran, 108 Gempa Letusan, 92 kali Gempa Guguran, 172 kali Gempa Low Frequency, 10 kali Gempa Tremor Harmonik, dan 1 kali Gempa Vulkanik Dalam.

Pada pukul 20.58 WITA hingga pukul 21.24 WITA terekamn Gempa Tremor dengan amplitudo maksimum 47 mm (overscale)

Data kegempaan Gunung Lewotobil Laki-laki menunjukkan peningkatan Gempa Low Frequency yang meningkat signifikan.

Hal ini menunjukkan pergerakan magma ke permukaan yang semakin intensif dalam waktu yang cukup singkat sehingga  diperkirakan akan meningkatkan volume lava di area kawah  sehingga  jarak luncur aliran lava maupun kejadian guguran dan awan panas akan meningkat pula.

Menurut Hendra, adanya guguran lava ke arah baru yaitu barat daya-barat dengan jarak luncur 2 km menunjukkan aliran lava pada saat ini dapat terjadi ke segala arah mengingat terjadinya pergerakan magma ke permukaan yang sangat intensif.

Selain itu, kata Hendra, dengan munculnya Gempa Tremor Harmonik, menunjukkan pembentukan gas dalam konduit magma semakin meningkat sehingga dikhawatirkan akan meningkatkan ekplosivitas erupsi.

Hasil analisis dan evaluasi menyeluruh, Pusat Vulkanologi merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/ wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 km dari pusat erupsi G.Lewotobi Laki-laki serta sektoral 6 km pada arah utara – timur laut.

Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya, kata Hendra.

Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Masyarakat yang terdampak hujan abu Gunung Lewotobi Laki-laki memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.

Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pulolera, atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung.

Exit mobile version