Darilaut – Korban meninggal dunia akibat Badai Tropis (Tropical Storm) Maysak yang membawa hujan di Daerah Otonom Guangxi Zhuang, Tiongkok Selatan, bertambah menjadi 39 orang, Kamis (9/7).
banjir yang dipicu oleh hujan deras tersebut juga menyebabkan sembilan orang dilaporkan hilang di Guangxi.
Melansir Xinhua jumlah korban tewas termasuk korban akibat jebolnya bendungan di ibu kota regional Nanning, menurut konferensi pers pengendalian banjir dan penanggulangan bencana yang diadakan pada Kamis siang.
Namun, para pejabat mencatat bahwa jumlah korban tewas dan hilang mungkin tumpang tindih, karena identifikasi teknis beberapa korban masih berlangsung.
Setelah verifikasi lebih lanjut, dipastikan bahwa jebolnya Bendungan Liulan di Nanning telah mengakibatkan 26 kematian, termasuk lima orang yang tidak teridentifikasi, dan tujuh kasus dilaporkan hilang, kata Ding Wei, wakil walikota Nanning.
Pada Kamis pukul 11.00, Nanning telah mengevakuasi dan memindahkan total 64.500 penduduk ke tempat yang lebih aman.
Sementara itu, kota ini telah mengirimkan 100.000 barang kebutuhan pokok, termasuk pakaian, air minum, makanan, obat-obatan, dan power bank, kepada warga yang terdampak.
Lebih dari 4.200 personel telah dimobilisasi untuk upaya pembersihan, sementara lebih dari 300 spesialis telah dikirim untuk melakukan pemantauan lingkungan dan disinfeksi. Belum ada wabah penyakit atau keadaan darurat kesehatan masyarakat yang dilaporkan sejauh ini.



