Darilaut – Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang secara spasial diprakirakan mulai memasuki wilayah Indonesia. Sementara keberadaan Gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin yang melintasi sebagian wilayah Sumatra.
Kondisi tersebut diprediksi mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah di tengah dominasi musim kemarau dan peristiwa El Niño tahun ini.
Pekan ini menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peluang terjadinya hujan masih terdapat di beberapa wilayah Indonesia.
Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang secara spasial diprakirakan mulai memasuki wilayah Indonesia, serta keberadaan Gelombang Rossby Ekuatorial dan Kelvin yang melintasi sebagian wilayah Sumatra diprediksi mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah.
Selain itu, sirkulasi siklonik diprakirakan terbentuk di Samudra Pasifik sebelah timur Filipina dan di Samudra Pasifik sebelah utara Papua Nugini. Keberadaan sistem tersebut dapat membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang mendukung pertemuan serta penumpukan massa udara di sekitar wilayah sirkulasi.
Oleh karena itu, meskipun kondisi kering diprakirakan masih lebih dominan, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat tetap berpeluang terjadi, terutama di wilayah yang dipengaruhi oleh aktivitas gelombang atmosfer, sirkulasi siklonik, serta daerah konvergensi dan konfluensi, kata Direktorat Meteorologi Publik BMKG
Dalam beberapa hari ke depan, peningkatan kecepatan angin permukaan masih berpotensi terjadi. Kondisi tersebut diprakirakan berlangsung di sebagian wilayah Laut Andaman, Laut Cina Selatan, Laut Natuna, Samudra Hindia barat daya Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa hingga selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Flores, Laut Jawa bagian timur, Laut Banda, Laut Seram, Laut Maluku, dan Laut Halmahera. Peningkatan kecepatan angin tersebut berpotensi memicu kenaikan tinggi gelombang laut di wilayah-wilayah perairan tersebut.
BMKG mengatakan perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan Barat, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.
Siaga hujan lebat – sangat lebat di Sulawesi Selatan.
Angin kencang dapat terjadi di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, dan papua Selatan.
Periode 31 Juli – 4 Agustus 2026, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Papua Tengah dan Papua Pegunungan.
Angin kencang di Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.
