AMSI Kalimantan Barat Memilih Pengurus Baru Periode 2022 – 2025

Konferensi Wilayah (Konfenwil) II AMSI Kalimantan Barat, Sabtu (19/3). FOTO: AMSI KALIMANTAN BARAT

Darilaut – Secara aklamasi, Kundori (Suarakalbar.co.id) dan Muhlis Suhaeri (Insidepontianak.com), terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Kalimantan Barat periode 2022 – 2025.

Konferensi Wilayah (Konferwil) II AMSI Kalimantan Barat berlangsung Sabtu (19/3) malam dengan pimpinan sidang Teguh Imam Wibowo, L. Sahat Tinambunan, dan Masius Saulus.

Pimpinan sidang menetapkan pasangan Kundori dan Muhlis Suhaeri sebagai Ketua dan Sekretaris AMSI Kalimantan Barat. Sebelumnya, Kundori adalah ketua AMSI periode 2019-2022.

Penetapan ini dengan Surat Keputusan Konferwil II AMSI Kalbar Nomor 07/KONFERWIL/AMSI-KALBAR/III/2022.

Konferwil II dibuka secara resmi oleh Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Kepala Dinas Kominfo Kalimantan Barat, Samuel, Sabtu.

Kegiatan ini dihadiri pengurus AMSI nasional, bendahara umum Maryadi, serta Ketua Departemen Organisasi dan Keanggotaan Yatimul Ainun.

Maryadi yang juga VP Business & Digital Katadata, saat menjadi pembicara Seminar Peluang dan tantangan Media Siber Pasca Pandemi pada rangkaian Konferwil II AMSI Kalimantan Barat di Pontianak, mengatakan, kini media sosial seperti Tiktok dan Instagram tengah gandrung di kalangan masyarakat.

Media siber bisa memanfaatkan kedua sosial media tersebut untuk lebih melebarkan informasi.

“Seperti kita ketahui, Tiktok sekarang sedang digandrungi dari dewasa hingga anak-anak, menggunakan Tiktok baik sebagai konten kreator atau penikmat, mungkin langkah tersebut bisa diikuti,” kata Maryadi.

Menurut Kepala Dinas Kominfo Kalimantan Barat, Samuel, fungsi media sebagai penyampai yang valid dan dapat dipercaya masyarakat. Terlebih saat pandemi, banyak masyarakat yang jarang bepergian dan lebih mengutamakan mencari informasi di media sosial.

“Media harus memberikan informasi yang valid untuk masyarakat. Nah di sinilah media berperan menyampaikan informasi dengan kode etik. Media juga harus berperan sebagai pendidik seperti apa saja yang harus dihindari atau harus dilakukan pada isu tertentu,” kata Samuel.

Samuel menilai di masa pandemi media sudah sangat berperan dalam mengedukasi masyarakat terkait protokol kesehatan atau berbagai pemberitaan terkait Covid-19.

Samuel mengatakan pemerintah kini tengah mendorong percepatan digital, seperti layanan internet bagi wilayah yang blankspot.

Dalam kesempatan ini Samuel meminta AMSI menjadi wadah diskusi untuk mendorong jurnalisme siber yang tidak hanya sesuai kode etik, namun adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta menghadirkan berita akurat.

Exit mobile version