Api Membakar Hutan dan Lahan di Pulau Jawa

Titik panas di Pulau Jawa. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Api menghanguskan hutan dan lahan di Pulau Jawa mencakup Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten. Kebakaran hutan dan lahan ini banyak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Kekeringan yang menyulitkan sumber air bersih di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, dibarengi dengan kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau disertai dengan El nino yang menguat. Kekeringan dan rentetan kebakaran telah menjadi siklus dengan rangkaian kejadian yang berulang-ulang setiap tahun di sejumlah wilayah. Keanekaragaman hayati, plasma nutfah, satwa, serta flora dan fauna lainnya hangus terbakar.

Api yang membakar vegetasi merusak habitat ruang hidup satwa, sumber makanan musnah, serta dapat memicu ancaman lain berikutnya seperti banjir dan berkurangnya mata pencaharian penduduk lokal yang bergantung pada sistem kehidupan hutan dan lahan.

Darilaut.id menyelisik kebakaran hutan dan lahan di berbagai tempat di Pulau Jawa Januari hingga Agustus 2026 dan tahun-tahun sebelumnya. Selama tahun 2026, tidak ada catatan kebakaran hutan terjadi di Daerah Khusus Jakarta dan Daerah Istimewa Jogyakarta 1 Januari hingga 31 Agustus.

JAWA TIMUR

Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Jawa Timur, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 10.835,28 hektare.

Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Jawa Timur, luas karhutla tahun 2018 (8.886,39 ha); 2019 (23.655,00 ha); 2020 (19.148,00 ha); 2021 (15.458,00 ha); 2022 (2.380,00 ha); 2023 (49.498,32 ha); 2024 (20.957,17 ha); dan 2025 (10.667,23 ha).

Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menetapkan status Siaga Darurat melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 yang berlaku selama 180 hari, terhitung mulai 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.

Penanganan Karhutla di Kabupaten Trenggalek dilaksanakan dalam kerangka status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan berdasarkan Keputusan Bupati Trenggalek Nomor 100.3.3.2/269/406.001.3/2026 yang berlaku mulai 19 Mei hingga 30 September 2026.

Kabupaten Probolinggo berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan berdasarkan Keputusan Bupati Probolinggo Nomor 300.2/326/426.32/2026. Status tersebut berlaku selama 180 hari, terhitung sejak 1 Agustus hingga 5 Oktober 2026.

Kabupaten Bojonegoro telah menetapkan status Siaga Darurat Benana Kekeringan dan Karhutla yang berlaku sejak 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.

Kabupaten Ponorogo menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla yang berlaku sejak 26 Mei hingga 6 November 2026.

Berikut ini peristiwa kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah di Provinsi Jawa Timur berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB.

AGUSTUS

Di Kabupaten Lumajang, musim kemarau memicu suhu panas dan terik matahari berkepanjangan telah menyebabkan terbakarnya lahan kering di Blok/Petak Pangonan Cilik BBTN Bromo. Luas lahan terbakar sekitar 13 hektare dan menyebabkan sebanyak 170 pendaki terjebak di wilayah Ranukumbolo lokasi pada Kamis 27 Agustus.

Titik api tersebut berada di Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Desa Ranupane dan Desa Argosari di Kecamatan Senduro.

Karhutla seluas 1 hektare di Kabupaten Jombang, pada Selasa 25 Agustus berlokasi di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang.

Di Kabupaten Magetan, kebakaran terjadi pada Minggu 23 Agustus di kawasan hutan jati Gunung Bungkuk, Desa Bungkuk, Kecamatan Parang. Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai tujuh hektare.

Kebakaran terjadi di Kabupaten Trenggalek, pada Selasa 18 Agustus.  Lokasi terdampak antara lain Desa Sumberingin yang berada di wilayah  Kecamatan Karangan. Akibat peristiwa ini dilaporkan lahan yang terbakar mencapai 1,5  hektare.

Kebakaran lahan menghanguskan tiga hektare lahan di Desa Mategal, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, pada Senin 17 Agustus.

Kebakaran lahan terjadi di kawasan Perumahan Bukit Royal Kencana, Kelurahan Bulukerto, Kecamatan Magetan, pada Minggu 16 Agustus. Kebakaran terjadi pada area lahan dengan luas kurang lebih 1 hektare.

Kebakaran terjadi di Kabupaten Magetan, di wilayah hutan Gunung Bungkuk, Kecamatan Parang, Minggu 9 Agustus. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare, terdiri atas sekitar tiga hektare di Desa Mategal dan dua hektare di Desa Bungkuk.

Kebakaran lahan terjadi di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang, pada Minggu 9 Agustus. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai dua hektare.

Di kawasan Gunung Bromo, hingga Minggu 9 Agustus, total lahan terbakar mencapai 520 hektare. Adapun vegetasi terdampak antara lain cemara gunung, mentingen, akasia, dan semak belukar. Titik api di Lembah Dingklik terpantau membesar.

Kebakaran dilaporkan di Kabupaten Jember. Lokasi terdampak berada di Gunung Watangan, wilayah lahan Perhutani Petak 3G1, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Peristiwa tersebut menyebabkan 6,5 hektare lahan terbakar pada Sabtu 8 Agustus.

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di wilayah Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu, 8 Agustus. Kebakaran terjadi di dua desa, yaitu Desa Bancangan dan Desa Campurejo, Kecamatan Sambit. Lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

Karhutla terjadi di kawasan hutan milik Perum Perhutani, petak 114 A, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, pada Sabtu 8 Agustus. Kebakaran berdampak pada lahan seluas sekitar 1,5 hektare.

Karhutla di Kabupaten Jember berada di Gunung Watangan, wilayah lahan Perhutani Petak 3G1, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Peristiwa tersebut menyebabkan 6,5 hektare lahan terbakar dan terjadi pada Sabtu 8 Agustus.

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di wilayah Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu, 8 Agustus. Lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare.

Kebakaran terjadi sejak Senin 3 Agustus meliputi kawasan Gunung Bromo Watu Gede di Kabupaten Probolinggo dan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Jantur di Kabupaten Malang.

Sementara itu, 50 hektare lahan terbakar di kawasan Jantur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang.

Juli

Karhutla empat hektare lahan di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggi, pada Sabtu 25 Juli. Lahan terdampak merupakan kawasan hutan milik Perhutani yang berada di wilayah Dusun III Ngelosari RT 18 RW 04, pada Senin 27 Juli.

Karhutla di Kabupaten Probolinggo, terjadi pada Jumat 24 Juli. Kebakaran terjadi di lahan Petak 23 C HL, Blok Gunung Geni dan Petak 22 C HL Blok Gunung Bentar RPH Klenang, BKPH Probolinggo, yang berlokasi di Desa Bulujaran Kidul Kecamatan Tegalsiwalan dan Desa Curahsawo Kecamatan Gending. Total sembilan hektare lahan yang terbakar.

Karhutla di Desa Belah, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, pada Sabtu 25 Juli. Kebakaran di Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, pada Jumat 24 Juli, dengan luas 2,5 hektare.

Kebakaran terjadi di Desa Balung, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, pada Jumat 24 Juli, lahan seluas dua hektare dilaporkan terbakar.

Di Kabupaten Blitar, lahan seluas 5 hektare hangus terbakar pada Jumat 24 Juli. Lokasi terdampak di Desa Ngembul Kecamatan Binangun.

Kebakaran melanda Gunung Karnglo yang berada di Desa Karanglo Kidul, Kecamatan Jambon, pada Selasa 22 Juli. Hutan yang terbakar seluas 2 hektare.

Kebakaran lahan terjadi di Desa Randegansari, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik pada Sabtu 18 Juli. Kebakaran terjadi di lahan kosong kawasan Perumahan Sentraland.

Karhutla di Kabupaten Mojokerto, lahan seluas kurang lebih dua hektar terbakar pada Selasa 14 Juli. Lokasi kejadian berada di Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan.

Karhutla di Kabupaten Ponorogo, pada Jumat 10 Juli. Kebakaran terjadi di Desa Tatung, Kecamatan Balong. Lahan seluas tiga hektar di wilayah tersebut hangus terbakar.

Kebakaran lahan terjadi di wilayah Kabupaten Lumajang pada Jumat 10 Juli. Lahan seluas dua hektar yang berada di Desa Condro Kecamatan Pasirian, hangus terbakar.

Di Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis 9 Juli, luas lahan terbakar sekitar 4 hektare. Lokasi titik api berada di dua desa yakni Desa Banjarsari di Kecamatan Trucuk dan Desa Belun di Kecamatan Temayang.

Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Trenggalek dengan luas yang terbakar sekitar 1 hektar. Lokasi lahan terbakar berada di Desa Jatiprahu, Kecamatan Karangan.

Karhutla di Kabupaten Ponorogo, pada Rabu 8 Juli dengan luas lahan terdampak sekitar 2,5 hektare. Lokasi titik api berada di Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan.

Karhutla di Kabupaten Situbondo, pada Rabu 8 Juli, dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektare. Lokasi titik api teramati di Kelurahan Mimbaan dan Desa Juglangan, Kecamatan Panji.

Juni

Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Situbondo, pada Minggu 21 Juni. Kebakaran dilaporkan menghanguskan lahan ilalang yang berada di kawasan Perbukitan Batu Kodok, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji.

JAWA TENGAH

Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Jawa Tengah, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 947,97 hektare.

Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Jawa Tengah, luas karhutla tahun 2018 (331,67 ha); 2019 (4.782,00 ha); 2020 (7.516,00 ha); 2021 (599,00 ha); 2022 (107,00 ha); 2023 (9.965,59 ha); 2024 (3.726,78 ha); dan 2025 (1.372,29 ha).

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan status siaga darurat serupa melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026 yang berlaku 1 Juni hingga 31 Desember 2026.

Penanganan karhutla di Kabupaten Banyumas dilaksanakan dalam kerangka status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan berdasarkan Keputusan Bupati Banyumas Nomor 530 Tahun 2026 yang berlaku mulai 3 Juli hingga 31 Oktober 2026.

Di Kabupaten Sukoharjo status siaga darurat ditetapkan melalui Keputusan Bupati Sukoharjo Nomor 300.2/268 Tahun 2026 untuk periode 1 Mei hingga 30 November 2026.

Berikut ini peristiwa kebakaran hutan di berbagai daerah di Provinsi Jawa Tengah berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB.

Agustus

Karhutla terjadi di Kabupaten Klaten, pada Senin 31 Agustus, di Desa Karkitan, Kecamatan Bayat; Desa Dlimas, Kecamatan Ceper; serta Desa Banaran dan Desa Segaran, Kecamatan Delanggu. Luas lahan yang terdampak mencapai 11,1 hektare.

Di Kabupaten Klaten, peristiwa karhutla terjadi di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, pada Minggu 30 Agustus. Total luas lahan yang terbakar mencapai 7,3 hektare.

Kebakaran terjadi di Desa Kamal dan Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, pada Jumat 28 Agustus. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 22 hektare.

Karhutla terjadi di Kabupaten Klaten, dengan sebaran lokasi yang lebih luas. Kebakaran dilaporkan terjadi pada Jumat 28 Agustus, tersebar di tujuh desa yang berada di enam kecamatan.

Lokasi kebakaran meliputi Desa Paseban, Kecamatan Bayat; Desa Meger dan Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper; Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu; Desa Sorogaten, Kecamatan Tulung; Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno; serta Desa Bulurejo, Kecamatan Juwiring. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 9,28 hektare.

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Banyumas pada Kamis 27 Agustus, dengan luas lahan terbakar sekitar 1,5 hektare. Lokasi kebakaran berada di Desa Tipar, Kecamatan Rawalo.

Karhutla dilaporkan pada Selasa 25 Agustus terjadi di Kabupaten Klaten. Peristiwa tersebut menimbulkan asap yang mengganggu aktivitas warga. Wilayah terdampak berada di Desa Kwarasan, Kecamatan Juwiring, dan Desa Banaran, Kecamatan Delanggu. Lahan terbakar seluas 4,5 hektare.

Kejadian kebakaran lahan di Kabupaten Klaten, pada Senin 17 Agustus. Dilaporkan lahan tebu seluas empat hektare di Desa Kadilangon, Kecamatan Wedi, hangus terbakar.

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Semarang, pada Minggu 16 Agustus. Lokasinya berada di Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur. Luas lahan terbakar satu hektare.

Di Kabupaten Klaten, kebakaran hutan dan lahan terjadi di sekitar puncak Bukit Pindul, pada Senin 10 Agustus. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai dua hektare.

Petugas berupaya memadamkan api yang membakar Bukit Pindul, Dukuh Girisono RT 03 RW 05, Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah pada Senin 10 Agustus 2026. FOTO: BPBD Kabupaten Klaten/BNPB

Di Banyumas, tiga hektare lahan di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, terbakar pada Minggu 9 Agustus.

Dua hektare lahan di Desa Keling, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, terbakar pada Sabtu 8 Agustus. Wilayah terdampak kebakaran merupakan semak belukar di kawasan hutan Trowili.

Karhutla terjadi di Kabupaten Banyumas, pada Jumat 7 Agustus. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare, di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang.

Karhutla terjadi di Kabupaten Klaten pada Jumat 7 Agustus. Titik api terpantau di Desa Krakitan Kecamatan Bayat, dengan luas lahan terbakar satu hektare.

Karhutla terjadi di Kabupaten Wonogiri dengan luasan terdampak sekitar 2,5 hektare pada Rabu 5 Agustus. Lokasi terdampak berada di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan di Kecamatan Selogiri.

Kebakaran lahan terjadi di lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Desa Malabar, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap. Kebakaran dipicu oleh gas metana (CH₄) hasil pembusukan sampah organik yang terakumulasi dan tersulut sumber panas atau percikan api, membakar area seluas sekitar 2 hektare.

Kebakaran lahan persawahan terjadi di Dukuh Srimulyo, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, pada Selasa 4 Agustus.

Kebakaran lahan terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, dalam dua hari berturut-turut. Kebakaran pertama terjadi di Desa Gentan, Kecamatan Bulu, pada Senin 3 Agustus, disusul kebakaran di Kecamatan Bendosari pada Selasa 4 Agustus. Api dilaporkan tiba-tiba membesar akibat tiupan angin sehingga dengan cepat membakar lahan hingga meluas. Akibat kejadian ini, lahan seluas kurang lebih 13 hektare terbakar, dengan rincian sekitar 5 hektare di Kecamatan Bulu dan sekitar 8 hektare di Kecamatan Bendosari.

Di Kabupaten Kudus, kebakaran lahan terjadi di Dukuh Kaliseger, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, pada Minggu 2 Agustus. Kebakaran menghanguskan sekitar satu hektare lahan tebu.

Kebakaran melanda area TPA Troketon seluas 1.000 m² di Desa Troketon, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, pada Sabtu 1 Agustus. Api membakar timbunan sampah berketinggian sekitar 10 meter yang berstruktur terasering, sehingga menyebarkan asap tebal ke permukiman warga.

Kejadian karhutla yang terjadi di Kabupaten Wonogiri, tepatnya di Desa Gemantar, Kecamatan Selogiri, pada 1 Agustus. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar empat hektare.

Juli

Karhutla terjadi di Kabupaten Banyumas, pada Kamis 30 Juli, dengan luas lahan terbakar sekitar empat hektare. Titik api diketahui berada di Desa Sawangan, Kecamatan Ajibarang.

Karhutla terjadi di Kabupaten Trenggalek, pada Jumat 31 Juli. Titik api diketahui berada di RT 07/RW 02,  Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek. Kondisi cuaca panas disertai tiupan angin menyebabkan api dengan cepat membakar lahan kering yang dipenuhi dedaunan  dan rumput kering. Kurang lebih dua hektare lahan yang terbakar.

Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sragen yang terjadi pada Selasa 28 Juli menghanguskan sekitar 3 hektare lahan tebu siap panen. Lokasi kejadian berada di Desa Saren, Kecamatan Kalijambe.

Pada Senin 27 Juli terjadi kebakaran hutan dan lahan di area persawahan Dukuh Srimulyo RT 15 RW 05, Desa Kaligawe, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten. Kebakaran yang menghanguskan satu hektare lahan.

Di Kabupaten Grobogan, lahan seluas 3,4 hektare terbakar pada Senin 27 Juli. Kebakaran terjadi di Desa Prigi, Kecamatan Kedungjati dan Desa Kaliwenang di Kecamatan Tanggungharjo.

Dari Kabupaten Blora, dilaporkan lahan tebu luas satu hektare di Desa Jepangrego, Kecamatan Blora terbakar pada Minggu 26 Juli.

Satu hektare lahan tebu di Desa Giriwono, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, dilalap api pada Minggu 26 Juli.

Karhutla terjadi di Kabupaten Klaten, pada Minggu 26 Juli. Kebakaran lahan terjadi di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat. Luas lahan terbakar diperkirakan sekitar 2,8 hektare.

Kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Wonogiri, pada Sabtu 25 Juli. Seluas tiga hektare lahan warga terbakar di Petak 19 RPH Cubluk, Dusun Bendorejo, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri.

Karhutla terjadi di Kabupaten Sragen, pada Jumat 24 Juli. Lokasi terdampak di Desa Banaran Kecamatan kalijambe. Luas lahan terbakar 1,5 hektare.

Kebakaran lahan melanda dua desa di Kabupaten Blora, pada Rabu 22 Juli. Kebakaran pertama melanda lahan tebu yang berada di Desa Kalangan, Kecamatan Tunjungan. Selanjutnya kebakaran melanda rumpun bambu di Desa Kebonrejo, Kecamatan Banjarejo. Luas lahan terdampak mencapai 3 hektare. 

Kebakaran terjadi di Desa Trokerton, Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, pada Kamis 23 Juli. Lahan seluas 6 hektare dilaporkan terbakar akibat adanya pembakaran rumput ilalang yang akhirnya menyebar ke lahan di sekitarnya.

Di Kabupaten Sragen, pada Rabu 22 Juli, warga melihat kepulan asap yang berasal dari lahan jati seluas sekitar tiga hektare di Desa Sragen, Kecamatan Sambungmacan.

Karhutla terjadi di Desa Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten dengan luas area terdampak sekitar 3,5 hektare, pada Senin 20 Juli.

Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sragen, terjadi pada Senin 13 Juli di Desa Bendo, Kecamatan Sukodono. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 4,5 hektare.

Karhutla melanda dua desa Kabupaten Banyumas pada Jumat 10 Juli. Wilayah terdampak di Desa Pamijen Kecamatan Sokaraja dan Desa Karangtalun Kidul Kecamatan Purwojati. Total luas lahan yang terbakar mencapai 3 hektar dengan rincian 2 hektar di Desa Pamijen dan 1 hektar di Desa Karangtalun Kidul.

Juni

Karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Sukoharjo, pada Selasa 30 Juni, berdampak di tiga desa, yakni Desa Weru, Kecamatan Polokarto; Desa Plesan, Kecamatan Nguter; dan Desa Cemetuk, Kecamatan Tawangsari. Kebakaran menghanguskan lahan seluas sekitar 1 hektare.

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Klaten, pada Sabtu 20 Juni. Lahan seluas tiga hektare di Desa Kaligawe Kecamatan Pedan, terbakar.

JAWA BARAT

Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Jawa Barat, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 1.892,97 hektare.

Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Jawa Barat, luas karhutla tahun 2018 (4.104,51 ha); 2019 (9.552,00 ha); 2020 (2.344,00 ha); 2021 (1.299,00 ha); 2022 (2.005,00 ha); 2023 (11.524,80 ha); 2024 (4.548,58 ha); dan 2025 (1.610,64 ha).

Peristiwa kebakaran hutan di berbagai daerah di Provinsi Jawa Barat berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB.

Agustus

Karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Sukabumi, pada Selasa 25 Agustus. Kejadian tersebut berlangsung di Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran. Api membakar lahan seluas empat hektare.

Karhutla membakar lahan seluas 1 hektare di Desa Caracas, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, pada 25 Agustus.

Dua hektare lahan terbakar di Desa Bunihayu, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, pada Minggu 9 Agustus.

Karhutla dilaporkan terjadi di Taman Nasional Gunung Gede Pangorango (TNGGP) di wilayah Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Sukabumi. Luas lahan terbakar mencapai satu hektare.

Sebagai langkah antisipasi dan keselamatan pengunjung, Balai Besar TNGGP mengeluarkan surat edaran no. SE.18 Tahun 2026 tentang penutupan kegiatan pendakian untuk penanganan kebakaran di Alun-Alun Suryakencana TNGGP. 

Juli

Di Kabupaten Bandung, karhutla melanda area pemakaman di Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, pada Senin 27 Juli. Total luasan terbakar satu hektare.

Karhutla di Kabupaten Bandung, terjadi di Desa Ciherang, Kecamatan Nagreg, pada Minggu 12 Juli. Luas yang terbakar mencapai tiga hektare.

BANTEN

Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Jawa Barat, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 8,28 hektare.

Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Banten, luas karhutla tahun 2018 (0,00 ha); 2019 (9,00 ha); 2020 (2,00 ha); 2021 (0,00 ha); 2022 (0,00 ha); 2023 (1,01 ha); 2024 (362,83 ha); dan 2025 (4,44 ha).

Peristiwa kebakaran hutan di berbagai daerah di Provinsi Banten berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB, terjadi di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, pada Minggu 23 Agustus. Berdasarkan pendataan, peristiwa tersebut menghanguskan lahan seluas 6 hektare. (VM)

Exit mobile version