Darilaut – Kebakaran hutan dan lahan banyak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, seperti di Pulau Sulawesi mencakup Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat dan Gorontalo.
Kebakaran di musim kemarau disertai dengan El nino yang menguat, diawali dengan kekeringan yang menyulitkan sumber air bersih di sejumlah wilayah. Namun, catatan kebakaran ini bukan hanya terjadi saat vegetasi kering di musim kemarau, terdapat pula kejadian kebakaran hutan dan lahan saat musim hujan.
Kekeringan dan rentetan kebakaran telah menjadi siklus dengan rangkaian kejadian yang berulang-ulang setiap tahun di sejumlah wilayah. Keanekaragaman hayati, plasma nutfah, satwa liar, serta flora dan fauna lainnya hangus terbakar.
Api yang membakar vegetasi merusak habitat ruang hidup satwa, sumber makanan musnah, serta dapat memicu ancaman lain berikutnya seperti banjir dan berkurangnya mata pencaharian penduduk lokal yang bergantung pada sistem kehidupan hutan dan lahan.
Darilaut.id menyelisik kebakaran hutan dan lahan di berbagai tempat di Pulau Sulawesi Januari hingga Agustus 2026 dan tahun-tahun sebelumnya.
SULAWESI SELATAN
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Sulawesi Selatan, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 1.489,50 hektare.
Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Sulawesi Selatan, luas karhutla tahun 2018 (1.741,27 ha); 2019 (15.697,00 ha); 2020 (1.902,00 ha); 2021 (916,00 ha); 2022 (997,00 ha); 2023 (6.489,26 ha); 2024 (3.522,91 ha); dan 2025 (3.539,24 ha).
Berikut ini peristiwa kebakaran hutan di berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan laporan yang tercatat di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Agustus
Karhutla di Kabupaten Enrekang, pada Senin 31 Agustus, dengan luasan lahan terbakar sekitar tiga hektare. Lokasi berada di Desa Tanete, Kecamatan Anggeraja. Kondisi vegetasi berupa semak dan ilalang kering turut mempercepat penyebaran api
Kebakaran lahan terjadi di tiga wilayah di Kabupaten Pinrang, antara lain, Kelurahan Tellumpanua dan Watang Suppa di Kecamatan Suppa serta Desa Katomporang, Kecamatan Duampanua pada Sabtu 29 Agustus. Total luas lahan terbakar mencapai sekira 37 hektare, dengan rincian 2 hektar di Kelurahan Tellumpanua, 5 hektar di Kelurahan Watang Suppa, dan 30 hektar di Desa Katomporang.
Di Kabupaten Sidenreng Rappang, kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Madenra, Kecamatan Kulo, mengakibatkan sekitar 6 hektare lahan terdampak.
Lahan seluas dua hektare terbakar di Kabupaten Pinrang, pada Jumat 28 Agustus. Lokasi titik api di Maccorawalie yang berada di wilayah administrasi Kecamatan Watang Sawitto.
Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Barru, dengan luas lahan terbakar sekitar tiga hektare. Lokasi kebakaran berada di Desa Tellumpanua, Kecamatan Tanete Rilau, atau di sekitar SMA Negeri 3 Barru.
Di Kabupaten Enrekang, karhutla terjadi pada Kamis 27 Agustus, di Desa Latimojong, Kecamatan Buntu Batu. Lahan yang terbakar seluas tujuh hektare.
Karhutla melanda wilayah Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang, pada Senin 24 Agustus. Titik kebakaran berada di Lingkungan 2 Bunga Wellu, Kelurahan Batu Lappa, dan Desa Lainungeng. Kebakaran tersebut berdampak pada lahan seluas 14 hektare, dengan rincian 3 hektare di Kelurahan Batu Lappa dan 11 hektare di Desa Lainungeng.
Di Kabupaten Enrekang, kebakaran terjadi di Desa Buttu Batu, Kecamatan Enrekang, dengan luas lahan terbakar sekitar 10 hektare.
Sementara di Kabupaten Pinrang, kebakaran melanda empat kecamatan, yaitu Kecamatan Lembang (Desa Taddakong), Lanrisang (Desa Amassangang), Watang Sawitto (Desa Sabbang Paru dan Kelurahan Bentengnge), dan Mattiro Bulu (Desa Makkawaru), dengan luas lahan terbakar sekitar 5 hektare.
Kebakaran lahan terjadi di wilayah Kabupaten Toraja Utara, tepatnya di Kelurahan Pa’paelean, Kecamatan Sanggangi, pada Minggu 16 Agustus. Kebakaran mengakibatkan lahan seluas kurang lebih 2 hektare terbakar.
Karhutla sebidang lahan berlokasi di Kelurahan Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja pada Jumat 7 Agustus. Luas lahan yang terbakar mencapai 15 hektare.
Kebakaran lahan berlokasi di Kelurahan Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja pada Jumat 7 Agustus. Luas lahan yang terbakar mencapai 15 hektare.
Karhutla terjadi di di Kelurahan Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja pada Jumat 7 Agustus. Luas lahan yang terbakar mencapai 15 hektare.
Di Kabupaten Luwu, karhutla berada di Desa Sakti Kecamatan Bua dan Desa Padang Kalua Kecamatan Lamasi, pada Jumat 7 Agustus. Lahan seluas 1,5 hektare terbakar.
Karhutla di Kabupaten Pinrang, terjadi pada Senin 3 Agustus, di Desa Sabbang Paru, Kecamatan Lembang. Lahan 3 hektare dilaporkan terbakar.
Kejadian karhutla di Desa Taddakong, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, pada Sabtu 1 Agustus. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar lima hektare.
Juli
Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Pinrang, pada Kamis 30 Juli, menghanguskan sekitar tiga hektare lahan yang masuk wilayah Kelurahan Temmassarangnge, Kecamatan Paleteang.
Di Kabupaten Luwu Timur, kebakaran lahan seluas sekitar 2,81 hektare di Dusun Kurui Desa Wewangriu Kecamatan Malili.
Kejadian karhutla di Kabupaten Tana Toraja, pada Rabu 29 Juli. Luasan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi berada di Kelurahan Rante Kalua di Kecamatan Mengkendek, Kelurahan Mendetek di Kecamatan Makale Utara dan sebagian wilayah di Kecamatan Makale.
Di Kabupaten Pinrang, kebakaran lahan terjadi pada Minggu 26 Juli, di Kelurahan Manarang, Kecamatan Mattiro Bulu. Luas lahan terbakar diperkirakan seluas satu hektare.
Kebakaran hutan dan lahan dilaporkan terjadi di Desa Atue, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, pada Minggu 19 Juli. Kebakaran terjadi di belakang Pertamina Ussu menghanguskan lahan seluas kurang lebih 1 hektare.
Di Kabupaten Enrekang, kebakaran lahan menghanguskan area seluas dua hektar pada Senin 6 Juli.
Maret
Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Luwu Timur, pada Kamis 5 Maret. Luas lahan yang terbakar lima hektar.
SULAWESI TENGGARA
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Sulawesi Tenggara, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 2.735,48 hektare.
Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Sulawesi Tenggara, luas karhutla tahun 2018 (8.594,67 ha); 2019 (16.929,00 ha); 2020 (3.206,00 ha); 2021 (2.124,00 ha); 2022 (3.098,00 ha); 2023 (18.736,47 ha); 2024 (1.629,74 ha); dan 2025 (7.051,24 ha).
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Tenggara berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB, terjadi di Kabupaten Bombana pada Minggu 30 Agustus. Titik api berada di Desa Wambarema, Kecamatan Poleang Utara.
Karhutla terjadi di Kabupaten Kolaka Timur, pada Kamis 6 Agustus, dengan luasan sekitar 6 hektare. Titik api diketahui berada di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta.
SULAWESI TENGAH
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Sulawesi Tengah, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 3.138,10 hektare.
Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Sulawesi Tengah, luas karhutla tahun 2018 (4.147,28 ha); 2019 (11.551,00 ha); 2020 (2.555,00 ha); 2021 (3.133,00 ha); 2022 (3.704,00 ha); 2023 (10.844,28 ha); 2024 (4.920,70 ha); dan 2025 (4.578,34 ha).
Peristiwa kebakaran hutan di Provinsi Sulawesi Tengah berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB.
Agustus
Karhutla teridentifikasi di Kabupaten Toli-Toli, pada Selasa 25 Agustus, di Kelurahan Nalu, Kecamatan Baolan, dan Desa Kongkomas, Kecamatan Basidondo. Luas lahan terbakar 2,86 hektare.
Peristiwa karhutla pada Senin 24 Agustus, tepatnya di Desa Balanggala, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una,. Kebakaran tersebut berdampak pada lahan seluas sekitar 2 hektare.
Kebakaran terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una, sejak Selasa 18 Agustus, di Desa Longge Kecamatan Ampana Tete, Kelurahan Malotong di Kecamatan Ampana, dan Desa Tampanombo di Kecamatan Ulubongka dengan total luas lahan terbakar sekitar 54 hektare. Dengan rincian 50 hektare di Desa Longge serta masing-masing 2 hektare di Kelurahan Malotong dan Desa Tampanombo.
Kebakaran lahan terjadi di Desa Tongku, Kecamatan Tojo, pada Minggu 16 Agustus.
Pada Jumat 7 Agustus, terjadi kebakaran hutan dan lahan yang berlokasi di Pulau Bakalan, tepatnya di antara Desa Bakalan dan Desa Bulungkobit, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan. Luas lahan yang terbakar mencapai 72,4 hektare.
Kebakaran hutan di Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una. Api menjalar ke Gunung Batu Pongki. Luas wilayah yang terbakar pada 9 Agustus tiga hektare.
Laporan karhutla di Kabupaten Tojo Una-Una, terjadi di Desa Tojo, Kecamatan Tojo, pada Senin 3 Agustus. Sekira 20 hektare lahan terdampak kebakaran.
Juli
Karhutla di Kabupaten Tojo Una-Una, pada Kamis 30 Juli, dengan luas lahan terdampak sekitar 3 hektare. Titik api diketahui berada di Desa Tampanombo, Kecamatan Ulubongka.
Maret
Kebakaran hutan terjadi pada Rabu 25 Maret di sisi jalan trans Desa Labuan Donggulu Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong.
Februari
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Parigi Moutong, pada Sabtu 28 Februari, di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.
Di Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, kebakaran terjadi pada Jumat 27 Februari. Lahan seluas dua hektar terbakar.
Januari
Kejadian kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Baliara dan Desa Jonokalora, Kecamatan Parigi Barat, pada Sabtu 31 Januari.
SULAWESI UTARA
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Sulawesi Utara, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 368,78 hektare.
Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Sulawesi Utara, luas karhutla tahun 2018 (326,39 ha); 2019 (4.574,00 ha); 2020 (177,00 ha); 2021 (579,00 ha); 2022 (469,00 ha); 2023 (2.531,44 ha); 2024 (651,68 ha); dan 2025 (6,51 ha).
Peristiwa kebakaran hutan di berbagai daerah di Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB.
Agustus
Kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Minahasa pada Kamis 27 Agustus di tiga wilayah sekaligus, yakni Desa Tulap (Kecamatan Kombi), Kelurahan Toulour (Kecamatan Tondano Timur), dan Kelurahan Sumalangka (Kecamatan Tondano Barat). Tercatat sekitar lima hektare lahan terbakar.
Kebakaran hutan dan lahan melanda Kabupaten Bolaang Mongondow, pada Selasa 18 Agustus. Peristiwa ini terjadi di Kelurahan Inobonto I yang berada di Kecamatan Bolaang dan Desa Buntalo, Desa Dulangon, Desa Solog serta Desa Sauk di wilayah administratif Kecamatan Lolak. Tercatat lahan seluas 3,25 hektare terbakar.
Kebakaran hutan dan lahan dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow, pada Kamis 6 Agustus, dengan luasan sekitar 3,5 hektare. Wilayah terdampak di Desa Bakan Kecamatan Lolayan dan Desa Lolak 2 Kecamatan Lolak.
Di Kabupaten Minahasa Tenggara, kebakaran lahan terjadi di kawasan Hutan Lindung Gunung Soputan, Kecamatan Silian Raya, pada Senin 3 Agustus. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 300 hektare.
Juli
Karhutla di Kabupaten Minahasa, terjadi pada Selasa 21 Juli, menghanguskan lahan seluas kurang lebih lima hektare di Desa Watulaney Amian, Kecamatan Lembean Timur.
SULAWESI BARAT
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Sulawesi Barat, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 865,60 hektare.
Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Sulawesi Barat, luas karhutla tahun 2018 (978,38 ha); 2019 (3.029,00 ha); 2020 (569,00 ha); 2021 (886,00 ha); 2022 (488,00 ha); 2023 (2.132,31 ha); 2024 (994,74 ha); dan 2025 (1.079,43 ha).
Peristiwa kebakaran hutan di di Provinsi Sulawesi Barat berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB, yang terjadi di Kabupaten Mamuju pada Jumat 5 Juni. Kebakaran yang melanda Dusun Lambagu mengakibatkan sekitar 6 hektare lahan terdampak.
GORONTALO
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Gorontalo, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 455,95 hektare.
Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Gorontalo, luas karhutla tahun 2018 (158,65 ha); 2019 (1.909,00 ha); 2020 (80,00 ha); 2021 (163,00 ha); 2022 (101,00 ha); 2023 (666,33 ha); 2024 (767,03 ha); dan 2025 (89,86 ha).
Pemerintah Provinsi Gorontalo, Juli 2026, menerbitkan surat edaran dengan nomor 360/BPBD/1005/VII/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Antisipasi Ancaman Bencana Kekeringan, Krisis Air Bersih, serta Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada Musim Kemarau Tahun 2026. (VM)
