Darilaut – kebakaran dahsyat hutan dan lahan di Pulau Sumatra telah mengasapi sebagian wilayah Asia Teggara. Asap bergerak tanpa memilih batas administrasi negara. Kemana angin bergerak partikel kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan akan mengikuti.
Kebakaran hutan bukan hanya memicu krisis lingkungan, asap yang dihasilkan dapat mengancam kesehatan masyarakat di lokasi kebakaran dan tempat asap itu terbawa angin melintasi wilayah dan batas administrasi negara.
Pada 25 Agustus 2026, Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) menampilkan visualisasi sebaran asap Sumatra hingga Malaysia dan wilayah sekitarnya. Visualisasi dibuat dengan menggunakan aplikasi Fire Emissions Watch yang baru saja diluncurkan.
Area berwarna ungu lebih pekat menunjukkan lokasi dengan konsentrasi asap yang lebih tinggi di atmosfer.
Copernicus, komponen Pengamatan Bumi dalam program antariksa Uni Eropa bertujuan memantau lingkungan, menampilkan sebaran asap kebakaran di Sumatra bagian selatan. Kondisi ini menyebabkan penurunan kualitas udara menyebabkan penutupan sekolah.
Area berwarna ungu lebih pekat menunjukkan lokasi dengan konsentrasi asap yang lebih tinggi di atmosfer.
Adam Voiland dalam artikel yang diterbitkan Science.nasa.gov menulis meskipun kebakaran terjadi setiap tahun di Indonesia, tahun-tahun yang dipengaruhi El Niño—terutama tahun 1997 dan 2015—mencatat tingkat kebakaran paling ekstrem dalam beberapa dekade terakhir.
Seperti halnya pada tahun 2015, Indonesia mengalami kekeringan parah dan meluas pada musim panas tahun 2026, tulis Adam Voiland. Perkebunan kelapa sawit dan perkebunan hutan lainnya umum ditemukan di Indonesia. Namun, setelah musim kebakaran yang sangat parah pada tahun 2015, pemerintah dan berbagai organisasi telah berupaya membendung sebagian saluran irigasi dan memulihkan lahan basah.
Kekeringan dan rentetan kebakaran telah menjadi siklus dengan rangkaian kejadian yang berulang-ulang setiap tahun di sejumlah wilayah. Keanekaragaman hayati, plasma nutfah, satwa liar, serta flora dan fauna lainnya hangus terbakar.
Api yang membakar vegetasi merusak habitat ruang hidup satwa, sumber makanan musnah, serta dapat memicu ancaman lain berikutnya seperti banjir dan berkurangnya mata pencaharian penduduk lokal yang bergantung pada sistem kehidupan hutan dan lahan.
Darilaut.id menyelisik kebakaran hutan dan lahan di berbagai tempat di Pulau Sumatra Januari hingga Awal September 2026 dan tahun-tahun sebelumnya.
Kebakaran di musim kemarau disertai dengan El nino yang menguat, diawali dengan kekeringan yang menyulitkan sumber air bersih di sejumlah wilayah. Namun, catatan kebakaran ini bukan hanya terjadi saat vegetasi kering di musim kemarau, terdapat pula kejadian kebakaran hutan dan lahan saat musim hujan.
Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di sebagian besar wilayah Indonesia, hutan dan lahan ada yang terbakar di bulan Januari, Februari, Maret, April dan Mei, seperti di Aceh dan Riau. Begitu pula di Sumatra Utara pada bulan Januari.
Berdasarkan aplikasi Zoom.earth dan Gdacs.org, akhir Agustus dan awal September areal yang terbakar di dekat Jambi dengan kode GDACS 1031427 Fire 6,004 hektare dan Sumatra Selatan GDACS 1031147 Fire 6,349 hektare dan GDACS 1031593 Fire 5,209.
GDACS fire (kebakaran hutan) pada sistem GDACS (Global Disaster Alert and Coordination System) adalah fitur pemantauan dan peringatan dini global yang mendeteksi serta menilai dampak kebakaran hutan atau lahan besar di seluruh dunia. Sistem ini merupakan kerja sama antara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Komisi Eropa.
ACEH
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Aceh, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 4.070,48 hektare.
Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Aceh, luas karhutla tahun 2018 (1.284,70 ha); 2019 (730,00 ha); 2020 (1.078,00 ha); 2021 (1.267,00 ha); 2022 (3.716,00 ha); 2023 (1.936,86 ha); 2024 (7.257,35 ha); dan 2025 (8.924,98 ha).
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah di Provinsi Aceh berdasarkan laporan yang tercatat di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Agustus
Karhutla di Gampong Deah Mamplam, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar, pada Rabu 2 September. Luas lahan yang terbakar mencapai kurang lebih 2 hektare.
Kejadian Karhutla di Kabupaten Aceh Tengah, pada Rabu 2 September, di Kampung Arul Gele, Kecamatan Silih Nara, dan meluas ke Kampung Pedekok, Kecamatan Pengasing. Total luas lahan yang terbakar sekitar 3 hektare.
Di Kabupaten Aceh Barat, karhutla terjadi pada Selasa 1 September. Lokasi titik api menyebar di Gampong Blang Beurandang (Kecamatan Johan Pahlawan), Gampong Mesjid Baro (Kecamatan Samatiga), dan Gampong Aron Tunong (Kecamatan Woyla). Lahan dengan total luas sekira 6,5 hektare terbakar.
Penanganan karhutla di Kabupaten Aceh Selatan masih berlanjut. Kebakaran lahan berupa alang-alang terjadi di Gampong Drien, Kecamatan Bakongan, pada Sabtu 29 Agustus. Kebakaran tersebut berdampak pada lahan seluas sekitar empat hektare.
Di Kabupaten Bener Meriah, kebakaran terjadi di Kampung Uning Gelime, Kecamatan Weh Pesam, pada Sabtu 29 Agustus. Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas sekitar 20 hektare.
Karhutla terjadi di Kabupaten Aceh Besar, pada Rabu 26 Agustus. Kebakaran bermula dari padi siap panen milik warga yang kemudian terbakar dan menjalar ke area persawahan. Kebakaran terjadi di Desa Klieng Manyang dan Desa Lamgeu Tuha, Kecamatan Suka Makmur.
Di Kabupaten Aceh Tengah, pada Selasa 25 Agustus lahan yang terbakar mencapai dua hektare di Desa Mendale, Kecamatan Kebayakan.
Kebakaran lahan terjadi di Kabupaten Aceh Besar, tepatnya di Gampong Lamtamot, Kecamatan Lembah Seulawah, dan Gampong Data Makmur, Kecamatan Blang Bintang. Total lahan terbakar diperkirakan mencapai 11 hektare, pada Minggu 9 Agustus.
Di Kabupaten Pidie Jaya, telah terjadi Kebakaran lahan pada Rabu 5 Agustus. Lahan seluas tiga hektare di wilayah Gampong Langien Tualada Kecamatan Bandar Baru, ludes terbakar.
Kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Aceh Besar. Lahan seluas tiga hektar di wilayah Gampong Panca, Kecamatan Lembah Seulawah hangus terbakar.
Juli
Penanganan karhutla di Kota Lhokseumawe, pada Jumat 31 Juli, api membakar lahan di Gampong Alulim, Kecamatan Blang Mangat. Peristiwa ini mengakibatkan sekitar 10 hektare lahan terbakar.
Karhutla di Kabupaten Aceh Besar, Kamis 30 Juli. Titik api dilaporkan berada di area Kawasan Hutan Lindung Seulawah atau persisnya di daerah Seunapet. Penyebab kebakaran dipicu kondisi cuaca yang panas dan terik membuat lahan mudah terbakar dan api cepat menjalar.
Kebakaran menghanguskan sekitar 20 hektare lahan yang masuk wilayah Desa Suka Damai, Kecamatan Lembah Seulawah dan Desa Data Makmur di Kecamatan Blang Bintang.
Kebakaran lahan di Kabupaten Aceh Barat pada Selasa 28 Juli. Total luas lahan terbakar mencapai 13 hektare dan beberapa titik asap masih terpantau sehingga proses pendinginan terus dilakukan.
Di Kota Lhokseumawe, karhutla terjadi di Gampong Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua, pada Minggu 26 Juli. Luas lahan terbakar dua hektare.
Senin 21 Juli luas lahan yang terbakar di Provinsi Aceh 761,68 hektare tersebar di 20 kabupaten dan satu kota.
Kebakaran lahan di Kampung Kuyun Uken, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah pada Minggu 19 Juli. Luas lahan yang terdampak kebakaran sekira 1 hektare.
Kebakaran lahan yang berdekatan dengan rumah warga di Gampong Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo. Empat hektare lahan terbakar dengan rincian 0,5 hektare di Kecamatan Meureubo, Gampong Gunung Kleng dan 3,5 hektare di Kecamatan Johan Pahlawan.
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nagan Raya, sekira 40 hektare sejak Jumat 10 Juli dan Kamis 16 Juli. Titik api diketahui lahan hak guna usaha (HGU) milik perusahaan swasta yang berada di Gampong Alue Kuyun, Kecamatan Darul Makmur.
Karhutla terjadi di Desa Gayo Murni, Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, pada Selasa 14 Juli. Lahan seluas satu hektare terdampak kejadian ini.
Peristiwa Karhutla terjadi di Kota Lhoksumawe, pada Sabtu 11 Juli. Titik api terpantau di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu. Diperkirakan luas lahan terbakar mencapai satu hektare.
Karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Aceh Tengah pada Minggu 12 Juli. Kebakaran terjadi di Gampong Mengaya, Kecamatan Bintang. Luas lahan terbakar mencapai 1,5 hektare.
Juni
Kebakaran lahan perkebunan terjadi di Desa Alur Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, pada Jumat 12 Juni. Luas lahan terbakar dua hektare.
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nagan Raya pada Rabu 11 Juni. Luas lahan terbakar tercatat mencapai 99 hektare.
Kebakaran hutan dan lahan dilaporkan di Kabupaten Aceh Barat. Luas lahan terbakar tercatat mencapai 34,1 hektare.
Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nagan Raya dan sekitarnya terus dilakukan hingga Selasa 9 Juni. Total luas lahan yang terbakar di dua kecamatan di Kabupaten Nagan Raya mencapai 98 hektare.
Di Kabupaten Aceh Barat penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bubon dan sekitarnya pada Sabtu 6 Juni.
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nagan Raya pada Jumat 5 Juni. Luas lahan yang terbakar mencapai 95 hektare.
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nagan Raya pada Rabu 3 Juni. Luas lahan yang terbakar mencapai 90 hektare.
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Aceh Barat. Luas lahan terdampak mencapai 24,1 hektare.
Kebakaran hutan dan lahan dilaporkan di Kabupaten Bener Meriah, pada Senin 1 Juni di Kampung Simpang Balek, Kecamatan Wih Pesam. Api menghanguskan satu hektare lahan.
Karhutla di Kabupaten Aceh Singkil, pada Senin 1 Juni. Lahan seluas satu hektare yang berada di Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, terbakar.
Awal Juni, memasuki musim kemarau, karhutla terjadi di wilayah Kabupaten Aceh Tengah, tepatnya di Desa Simpang 4 Rajawali, Kecamatan Ketol, pada Senin 1 Juni. Lahan terbakar seluas satu hektare.
Mei
Karhutla terjadi di Gampong Tumpok Teungoh, Kecamatan Julok, wilayah Kabupaten Aceh Timur, pada Minggu 31 Mei. Luas lahan terbakar satu hektare.
Karhutla di Kabupaten Aceh Barat, pada Minggu 31 Mei di Gampong Berawang dan Gampong Kuta Padang Layung yang berada di Kecamatan Bubon. Lahan seluas 2 hektare terbakar.
Titik api terpantau di Gampong Kayee Uneo Kecamatan Darul Makmur dan Gampong Babah Lueng Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, pada Minggu 31 Mei. Lahan seluas 17 hektare habis terbakar.
Karhutla di beberapa titik di wilayah Kabupaten Aceh Barat dilaporkan sejak 30 Mei pagi.
Luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 24,1 hektare, dengan rincian di Kecamatan Bubon sekitar 20 hektare, Kecamatan Johan Pahlawan sekitar 1,5 hektare, Kecamatan Arongan Lambalek sekitar 1 hektare, dan Kecamatan Meureubo sekitar 1,6 hektare.
Kebakaran hutan dan lahan melanda wilayah Kabupaten Aceh Tengah, pada Sabtu 30 Mei. Lokasi terdampak berada di Gampong Kala Ketol Kecamatan Ketol, Gampong Pendere Saril Kecamatan Bebesen dan Gampong Pukes Kecamatan Kebayakan. Lahan seluas 3 hektare habis terbakar.
April
Kebakaran hutan dan lahan di Gampong Meudang Ara yang berada di wilayah Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, pada Kamis 23 April. Luas lahan gambut terbakar dua hektare.
Maret
Dua hektare lahan terbakar di Gampong Alue Raya dan Gampong Suak Pante Breuh, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, pada Senin 9 Meret.
Karhutla terjadi di Kabupaten Aceh Besar, tepatnya di Gampong Glee Taron, Kecamatan Darul Imarah. Diperkirakan perkebunan sawit lima hektar terbakar.
Februari
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan terjadi di Desa Pemuka, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, pada Rabu 25 Februari. Lahan perkebunan seluas 30 hektar terbakar.
Januari
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Aceh Barat, pada Kamis 15 Januari. Luas lahan terbakar 1,5 hektare di Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan.
SUMATRA UTARA
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Sumatra Utara, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 1.330,00 hektare.
Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Sumatra Utara, luas karhutla tahun 2018 (3.678,79 ha); 2019 (2.514,00 ha); 2020 (3.744,00 ha); 2021 (4.078,00 ha); 2022 (7.516,00 ha); 2023 (2.113,75 ha); 2024 (7.032,27 ha); dan 2025 (38.175,23 ha).
Peristiwa kebakaran hutan di berbagai daerah di Provinsi Sumatra Utara berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB.
Agustus
Di Kabupaten Samosir, dilaporkan titik api terpantau pada Sabtu 22 Agustus, di Bukit Sitalmak Talmak, Desa Dolok Raja, Kecamatan Harian. Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai lima hektare.
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Simalungun, pada Jumat 7 Agustus. Titik api terlihat di lahan pertanian masyarakat di hutan baru marandor Nagori Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean. Luas lahan terbakar mencapai satu hektare.
Juli
Kebakaran lahan terjadi di Desa Gunung Manaon, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, pada Rabu 8 Juli, menghanguskan sekira lima hektare.
Mei
Peristiwa karhutla terjadi di Gampong Blang Pulo, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhoksemawe, pada Senin 25 Mei.
Kebakaran lahan terjadi di Kampong Weh Pesam, Kecamatan Weh Pesam, Kabupaten Bener Meriah pada Senin 25 Mei. Lahan seluas kurang lebih satu hektar terbakar.
Maret
Karhutla di Kabupaten Simalungun, pada Kamis 26 Maret. Luas lahan yang terbakar mencapai empat hektare.
Kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Labuhanbatu Utara, pada Jumat 13 Maret. Lahan yang ditanami pohon kelapa sawit dan pohon karet seluas lima hektare terbakar.
Januari
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan melanda Kabupaten Mandailing Natal, pada Senin 26 Januari. Kebakaran terjadi di Desa Sikapas, Kecamatan Muara Batang dengan luas lahan terbakar mencapai 30 hektare.
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Simalungun, pada Senin 26 Januari. Kebakaran terjadi di Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, dengan luas lahan terbakar mencapai lima hektare.
SUMATRA BARAT
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Sumatra Barat, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 1.491,07 hektare.
Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Sumatra Barat, luas karhutla tahun 2018 (2.421,90 ha); 2019 (2.133,00 ha); 2020 (1.573,00 ha); 2021 (2.068,00 ha); 2022 (9.832,00 ha); 2023 (4.885,13 ha); 2024 (3.052,20 ha); dan 2025 (8.145,45 ha).
Peristiwa kebakaran hutan di Provinsi Sumatra Barat berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB, terjadi di Kabupaten Solok, pada Senin 1 Juni. Lokasi terdampak berada di Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih S. Lahan yang terbakar seluas tiga hektar.
JAMBI
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Jambi, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 379,00 hektare.
Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Jambi, luas karhutla tahun 2018 (1.577,75 ha); 2019 (56.593,00 ha); 2020 (1.002,00 ha); 2021 (540,00 ha); 2022 (918,00 ha); 2023 (6.539,68 ha); 2024 (5.636,69 ha); dan 2025 (3.566,22 ha).
Peristiwa kebakaran hutan di berbagai daerah di Provinsi Jambi berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB.
Hingga Selasa 1 September, luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi tercatat mencapai 1.776,56 hektare.
Agustus
Terdapat sebanyak 14 fire spot. Hingga 23 Agustus lahan 226,9 hektare terbakar.
Juli
Di Provinsi Jambi, luas lahan terbakar hingga Selasa 28 Juli mencapai 213,05 hektare, tersebar di 9 kabupaten dan 2 kota.
Karhutla dilaporkan terjadi di Desa Batin, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batang Hari, pada Minggu, 19 Juli. Kebakaran mengakibatkan lahan seluas kurang lebih 2,5 hektare terbakar.
Juni
Hingga Rabu 11 Juni, luas lahan terbakar tercatat mencapai 121,6 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten dan dua kota, yaitu Kabupaten Batanghari, Muaro Jambi, Tebo, Bungo, Sarolangun, Merangin, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Kerinci, serta Kota Sungai Penuh dan Kota Jambi.
April
Peristiwa kebakaran lahan terjadi di Desa Simpang Terusan, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, pada Senin 27 April. Lahan seluas dua hektare terbakar.
Maret
Karhutla terjadi di Desa Penerokan, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, pada Kamis 12 Maret, dengan luas area terdampak mencapai kurang lebih 5 hektare.
RIAU
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Riau, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 15.738,92 hektare.
Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Riau, luas karhutla tahun 2018 (37.236,27 ha); 2019 (90.550,00 ha); 2020 (15.442,00 ha); 2021 (8.970,00 ha); 2022 (4.915,00 ha); 2023 (7.267,03 ha); 2024 (11.027,96 ha); dan 2025 (21.843,73 ha).
Peristiwa kebakaran hutan di berbagai daerah di Provinsi Riau berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB.
Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan yang berlaku sejak Kamis 13 Februari hingga Minggu 30 November.
Juli
Total luas lahan terbakar hingga Senin 28 Juli di Provinsi Riau mencapai 15.372,88 hektare.
Di Provinsi Riau, total luas lahan terbakar sejak Januari hingga 2 Juli 2026 tercatat mencapai 15.231,44 hektare.
Mei
Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau masih menjadi salah satu perhatian nasional. Hingga Jumat 29 Mei, luas lahan terbakar bertambah 4,86 hektare sehingga total luas lahan terbakar mencapai 14.921,14 hektare.
April
Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau terjadi di sembilan kabupaten dan dua kota, meliputi Kabupaten Siak, Bengkalis, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, Kuantan Singingi, serta Kota Pekanbaru dan Dumai. Hingga Rabu 15 April, luas lahan terbakar tercatat mencapai 3.457,73 hektare.
Maret
Sejak Rabu 1 Januari hingga Senin 24 Meret, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau dengan luas 2.713,26 hektare. Terdapat penambahan luas kebakaran di beberapa wilayah, di antaranya di Kabupaten Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.
Februari
Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau tercatat mencapai total kurang lebih 566,8 hektare sejak 1 Januari hingga 17 Februari 2026, tersebar di sembilan kabupaten dan dua kota.
Januari
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Siak dan Kota Dumai. Pada periode 1 hingga 16 Januari 2026, telah terjadi kebakaran hutan dengan rincian 3 hektar di Kota Dumai dan 0,25 hektar di Kabupaten Siak, sehingga total luas lahan terbakar mencapai 3,25 hektar.
Kepulauan Riau
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Kepulauan Riau, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 5.760,90 hektare.
Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Kepulauan Riau, luas karhutla tahun 2018 (320,96 ha); 2019 (6.134,00 ha); 2020 (8.805,00 ha); 2021 (1.588,00 ha); 2022 (23,00 ha); 2023 (724,26 ha); 2024 (1.498,66 ha); dan 2025 (356,53 ha).
Peristiwa kebakaran hutan di Provinsi Kepulauan Riau berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB.
Agustus
Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Lingga pada Rabu 26 Agustus, dengan luas sekira lima hektare. Lokasi kebakaran berada di Desa Bukit Belah, Kecamatan Singkep Barat, dan Desa Kebun Nyiur, Kecamatan Singkep.
Kejadian karhutla dilaporkan di Kota Batam, pada Sabtu 22 Agustus. Kebakaran ini terjadi di Jalan Trans Barelang, Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 35 hektare.
Di Kabupaten Natuna, kebakaran dilaporkan pada Jumat 21 Agustus, terjadi di Desa Kelarik Air Mali, Kecamatan Bunguran Utara. Luas lahan yang terbakar sekitar 4 hektare.
Maret
Di Kabupaten Bintan terjadi kebakaran hutan dan lahan pada Minggu 8 Maret. Diperkirakan kebakaran tersebut menghanguskan 25 hektare di beberapa desa dan kelurahan. Lokasi terdampak meliputi Kecamatan Teluk Sebong, Desa Pengudang, serta Kecamatan Gunung Kijang yang mencakup Desa Gunung Kijang dan Kelurahan Kawal.
Lahan terbakar di Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, dengan luas mencapai 1,5 hektar, pada Selasa 3 Maret.
SUMATRA SELATAN
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Sumatra Selatan, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 1.926,23 hektare.
Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Sumatra Selatan, luas karhutla tahun 2018 (16.226,60 ha); 2019 (336.798,00 ha); 2020 (950,00 ha); 2021 (5.245,00 ha); 2022 (3.723,00 ha); 2023 (132.082,86 ha); 2024 (15.422,48 ha); dan 2025 (5.939,79 ha).
Agustus
Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) menampilkan visualisasi sebaran asap di Sumatra bagian selatan hingga Malaysia dan wilayah sekitarnya, akhir Agustus. Visualisasi dibuat dengan menggunakan aplikasi Fire Emissions Watch yang baru saja diluncurkan.
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumatra Selatan berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB, data pemantauan 30 Agustus 2026 mencatat sisa area yang memerlukan pemadaman dan pemantauan ketat di tersisa 67,06 hektare (ha). Dari luas tersebut, patroli udara mendeteksi 11 titik api mencakup area ±45 ha, sementara pengecekan lapangan (ground check) Satgas Darat mendeteksi area seluas ±22,06 ha.
Lahan seluas 18,36 ha telah berhasil dipadamkan, dengan rincian 2,5 ha melalui water bombing dan 15,86 ha melalui operasi darat. Saat ini, fokus utama tertuju pada tahap pendinginan (cooling down) di sisa area seluas 48,7 ha, terutama pada lahan gambut agar api tidak kembali berkobar.
Sebaran Titik Api Prioritas:
Ogan Komering Ilir (OKI) [Prioritas Tinggi]: 5 titik | 21 ha (Fokus: Kota Bumi & Tulung Selapan).
Musi Banyuasin (Muba) [Prioritas Tinggi]: 1 titik | 7 ha (Fokus: Lalan, gambut tebal, dan angin kencang).
Muara Enim [Prioritas Sedang]: 2 titik | 11 ha (Fokus: Gelumbang & Sungai Rotan).
Musi Rawas Utara, OKU Timur, OKU, & Ogan Ilir [Prioritas Ringan]: Masing-masing 1 titik | 3–4 ha.
Satelit NASA NOAA20 mencatat ada 46 titik panas atau hotspot pada 2 Agustus 2026 dan meningkat menjadi 104 titik panas pada 3 Agustus 2026.
Juli
Luas lahan terbakar sejak awal tahun mencapai 664,87 hektare yang tersebar di 12 kabupaten, dengan total 520 kejadian karhutla hingga 28 Juli 2026.
Juni
Penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Selatan, pada Selasa 30 Juni titik api masih ditemukan pada 6 titik yakni Kabupaten Banyuasin 2 titik, Kabupaten Ogan Ilir 2 titik dan Kabupaten Muara Enim 2 titik.
Mei
Karhutla di Desa Mililian, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, pada Kamis 28 Mei. Luas lahan terdampak diperkirakan mencapai satu hektare.
April
Kejadian kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Ogan Ilir, pada Selasa 7 April, di Desa Palemraya, Kecamatan Indralaya Utara. Api membakar lahan seluas 10 hektar.
BANGKA BELITUNG
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Bangka Belitung, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 335,63 hektare.
Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Bangka Belitung, luas karhutla tahun 2018 (2.055,67 ha); 2019 (4.778,00 ha); 2020 (576,00 ha); 2021 (385,00 ha); 2022 (328,00 ha); 2023 (4.752,98 ha); 2024 (2.915,46 ha); dan 2025 (1.670,83 ha).
Peristiwa kebakaran hutan di Provinsi Bangka Belitung berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB.
Agustus
Karhutla di Kabupaten Belitung Timur, terjadi di Jalan Simpang Renggiang-Gantung, Desa Lenggang, Kecamatan Gantung. Kebakaran juga menjalar ke lahan di Desa Selingsing. Pada Senin 24 Agustus kebakaran lahan terjadi di area Jalan Pantai Tambak, Dusun Garumedang, Desa Sukamandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur. Kebakaran tersebut berdampak pada lahan seluas lebih dari 5,1 hektare.
Di Kabupaten Belitung Timur, kebakaran melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Manggar (Desa Lalang dan Padang), Kecamatan Damar (Desa Sukamandi), dan Renggiang (Desa Lintang dan Lenggang) dengan total lahan terbakar sekitar 3,8 hektare.
Pada Minggu 9 Agustus, kebakaran lahan di beberapa titik di Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur. Luas lahan terbakar yaitu 0,29 hektare di Desa Padang dan dua hektare di Desa Kurnia Jaya.
Di Kabupaten Belitung Timur, kebakaran menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Lokasi titik api tersebar di tiga desa meliputi; Desa Selingsing di Kecamatan Gantung, Desa Lalang di Kecamatan Manggar dan Desa Mangkubang di Kecamatan Damar.
Kebakaran lahan seluas kurang lebih 3 hektar terjadi di Desa Air Kelik, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, pada Minggu 2 Agustus.
Peristiwa karhutla terjadi di Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, pada Minggu 2 Agustus. Kebakaran ini menghanguskan lahan seluas kurang lebih 5 hektar.
Juli
Karhutla terjadi di Kabupaten Bangka Tengah, pada Sabtu 25 Juli. Kebakaran terjadi di belakang Dusun Mulya (Palempat), Desa Penyak, Kecamatan Koba. Luas lahan terdampak diperkirakan sekitar tiga hektare.
Di Kabupaten Belitung Timur, kebakaran menghanguskan sekitar 2 hektare lahan di Jalan Pantai Mudong, Desa Padang, Kecamatan Manggar, pada Jumat 17 Juli.
Di Kota Pangkalpinang, kebakaran lahan seluas sekitar tiga hektare. Lokasi titik api berada di dekat perumahan Damai Lestari dan perumahan Pepabri.
Kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kabupaten Belitung Timur, pada Sabtu 4 Juli. Lokasi kejadian berada di Desa Mempaya, Kecamatan Damar. Luas lahan yang terbakar satu hektare.
Juni
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Belitung Timur, terjadi pada Jumat 26 Juni. Kejadian di Desa Padang, Kecamatan Manggar tersebut mengakibatkan sekitar satu hektare lahan terdampak.
LAMPUNG
Dalam situs SiPongi yang menyajikan informasi hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Lampung, data yang telah diinput hingga Juni 2026 dengan luas areal yang terbakar 4.890,26 hektare.
Situs yang dikelola Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan – Kementerian Kehutanan juga menyediakan data karhutla tahun ke tahun. Di Provinsi Lampung, luas karhutla tahun 2018 (15.156,22 ha); 2019 (35.546,00 ha); 2020 (1.358,00 ha); 2021 (5.411,00 ha); 2022 (7.989,00 ha); 2023 (6.506,67 ha); 2024 (13.242,01 ha); dan 2025 (3.796,05 ha).
Peristiwa kebakaran hutan di Provinsi Lampung berdasarkan laporan yang tercatat di BNPB, di Kabupaten Pringsewu pada Rabu 2 September, di Desa Ambarawa Timur, Kecamatan Ambarawa. Lahan terbakar seluas kurang lebih 1 hektare.
Di Kabupaten Mesuji kebakaran lahan terjadi pada Rabu 2 September. Api membakar semak kering. Luas cakupan yang terbakar sekitar 10 hektare berupa lahan semi gambut.
Kebakaran hutan terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, pada Jumat 21 Agustus. Peristiwa tersebut terjadi di Kelurahan Kuala Penet, wilayah Resort Kuala Penet. Kebakaran berdampak pada area seluas 673,4 hektare. (VM)
